On Wed, 2 Feb 2005 14:17:05 +0200, Mohammad DAMT
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Tue, 1 Feb 2005 20:37:13 +0700, Andika Triwidada <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Ada yang bisa berbagi cerita pengalaman memakai sistem-sistem
> > tersebut? Atau barangkali ada alternatif yang gratis tetapi
> > tetap menarik?

Kebetulan, saya pakai Subversion, meskipun baru saja diimplementasikan
dan sedang dalam fase pembiasaan :). Untuk pnegguna windows, telah ada
TortoiseSVN (yang diilhami dari TortoiseCVS), yaitu antar muka
tambahan unutk berinteraksi dengen SVN. Keunggulannya, ToroiseSVN
(http://tortoisesvn.tigris.org) ini mempunyai shell context menu yang
sudah terintegrasi dengan Windows Explorer, jadi pengguna windows
insyallah akan merasa dimanjakan. :)

> CVS bagus tapi pusing kalau harus melakukan "merge" antar "branch",
> pusing dalam arti kita harus siap-siap deg2an kalau proses merge
> mengalami kegagalan di suatu titik. Sekarang saya pakai Subversion
> (svn) dan belum pernah deg2an. Cuma CVS lebih nyaman karena
> menggunakan sistem berkas biasa, jadi kita bisa menjelajah isinya
> langsung pakai program pengatur berkas biasa (bisa pakai mc atau
> nautilus atau ls), sedangkan svn menggunakan berkas basis data
> Berkeley DB.

Saya blm pernah sampe merge branch, baru pada level file, dan selalu
saja deg-deg-an membayangkan konflik yang terjadi :D. Kebetulan,
project-nya dibuat dgn tool Borland Delphi, kendala terbesar adalah
konflik di file .dfm (seperti yang pernah saya posting di milis
id-gmail). Penyelesaiannya konfliknya lumayan susah untuk saya
selesaikan. Mungkin karena adanya (semacam) hirarki dalam file .dfm
tersebut. Penyelesaian konflik sebenarnya akan lebih mudah diselesakan
apabila prosesnya tidak pada tingkatan yang terlalu low-level
(langsung pada konten .dfm). terbukti, saya ahirnya malah membuat
project dummy, untuk kopi pes control dari satu form ke form lain
unutk menyelesaikan konflik, karena terasa lebih mudah. pembuatan
project dummy tersbut mewakili 'bekerja pada tinkatan yang lebih
tinggi'. Aggregasi? (saya gk ngerti istilah-istilahnya :D)

> Dalam hal berkas binari svn juga lebih ramah, kalau pakai CVS kita
> harus secara eksplisit saat menambahkan berkas binari ke dalam
> repositori (menggunakan perintah cvs add -kb namaberkas.ext), kalau
> pakai svn bisa langsung tancap gas. Kalau kelupaan menambah
> memberitahu CVS bahwa berkas itu binari, bisa-bisa berkasnya terpotong
> di tengah-tengah.

Iya, beberapa waktu ini saya malah baru menyadari, ternyata
berkas-berkasnya telah dikategorikan ke dalam semacam mime-type: untuk
binary saya melihat application/octet-stream, untuk teks malah belum
sadar dan tahu mime-type apa yang dipakai oleh svn.


-- 
Akhmad Fathonih | http://blog.neofreko.com
Are you geek enough to handle all these sh**s?

Kirim email ke