At 13:37 +0100 2/14/05, Made Wiryana wrote:
On Mon, 14 Feb 2005 20:12:36 +0900, baskara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
dan Surabaya dianggap sama, angin juga). Terlalu global, tapi bisa dimaklumi karena BMG tidak mempunyai super computer untuk updating secara periodik. Lagipula, memang memprediksi cuaca di daerah tropis jauh lebih susah dibandingkan subtropis (menurut mahasiswa meteorologi).
Di tambah lokasi Indonesia yang merupakan perubahan arah angin dan air laut (garis Weber ???), jadi untuk estimasi cuaca lumayan sulit. Plus ditambah banyaknya peran dukun dukun penangkal hujan yang membuyarkan kepercayaan orang terhadap ramalan BMG
hnah
dari hasil ngobrol sama banyak orang, tampaknya dukun penangkal hujan ini memang "sakti" ya? kalau mau bikin hujan kan tinggal cari awan yang berpotensi lalu disiram dengan "bibit" hujan, dalam artian disebar partikel untuk menarik titik2 air (btw masih banyak yang salah kaprah menganggap awan = uap air, padahal itu sudah jadi titik2 air) untuk menyatu sehingga massa-nya per titik menjadi lebih besar dan akhirnya jadi turun hujan. kalo kebalikannya, supaya gak turun hujan, gimana tuh ya?
-- I solemnly swear that I'm up to no good http://data.startrek.or.id http://kiozk.com
