sekedar sumbang saran (yang mudah2an bukan saran sumbang) pak :) ada beberapa tren terbaru soal pemanfaatan media berbasis TI, terkait dengan pornografi, khususnya dengan adanya konvergensi.
media internet. contoh, YM dulu hanya teks, sekarang setelah bisa ditambahkan fasilitas camera, maka banyak sekali aksi2 "live" pornografi yang melalui YM. beberapa screen capture dari berbagai sumber, bisa saya kirimkan kalau memang diperlukan. media ponsel. lalu dengan teknologi ponsel yang sudah bisa mms, maka kirim2an gambar porno sudah bersifat "from pocket to pocket". penyebarannya lebih luas, lebih tertutup, lebih personal dan kajian implikasinya pada hukum positif juga semakin seru. media penyimpanan. dulu orang hanya bisa barter gambar2 porno melalui disket, yang paling isinya hanya muat beberapa gambar saja. sekarang, dan sudah pernah ada kasus yang terungkap di jakarta, barter2an (dan bahkan bisnis2an) gambar pornografi (still image ataupun movie) melalui multimediacard atau secure digital card. isinya jauh lebih banyak, harga relatif lebih murah ketimbang media lainnya (komparasi antara jumlah gambar dengan harga card), mudah dicopi ke aneka gadget (ponsel, komunikator, pda, notebook, pc, camera, dsb). dengan aneka kombinasi di atas, maka nanti tidak lagi cocok bicara soal pornografi di internet (e-pornografi), tetapi sudah mengarah ke "PORNOGRAFI DI SAKU ANDA" (m-pornografi / mobile pornografi). dengan harga ponsel yang makin murah, dan biaya selular yang juga makin turun, maka bukan tidak mungkin tren tersebut akan makin berkembang. siapapun dan dimanapun, dengan modal ponselnya, bisa menikmati pornografi. gak perlu ngumpet2, cari2 internet, warnet atau hotspot. cukup nyalakan ponsel, pornografi pun tersedia. dan...... ini modus ini pun sangat mungkin sudah terpapar ke para pengguna ponsel usia dini (SD, SMP, SMA?). lalu ada pendapat yang mungkin agak nyeleneh. hal ini selalu saya sampaikan di depan kelas e-bisnis. intinya, salah satu strategi bisnis dan promosi e-commerce yang bagus adalah yang banyak dilakukan situs2 pornografi. saya sering kasih contoh adalah situs exoticazza.com. mereka punya pelanggan tetap, punya komunitas yang loyal, strategi promosinya luar biasa (ada sampel, word-of-mouth, updated), "produk"nya diseleksi terlebih dahulu, punya "second brand" (alias situs lain) untuk "produk"-nya yang gak bisa masuk kategori kualitas nomor 1, crm-nya baik (pengelolanya bersedia menjawab pertanyaan2 di milis), scm-nya baik (selalu ada model2 yang ngantri), profesional, profitable, dsb :) begitu pak kira2 pandangan saya. uhmm... jadi pingin bikin artikel nih soal isu2 ini :) untuk isu2 lainnya yang terkait, mudah2an link di bawah ini bisa bermanfaat : e-Mucikari? m-Mucikari? http://www.ictwatch.com/paper/paper046.htm Pornografi di Internet http://www.ictwatch.com/paper/paper042.htm Mempornokan Internet, Mentabukan Warnet http://www.ictwatch.com/paper/paper030.htm Mengatur Akses Internet untuk Keluarga http://www.ictwatch.com/paper/paper016.htm Menyeret Pemilik Situs Porno Berdasarkan Perjanjian Kerja http://www.ictwatch.com/paper/paper024.htm Sensor Internet, Upaya Sia-sia Meredam Pornografi http://www.ictwatch.com/paper/paper023.htm Hukum Positif Dapat Bekerja dalam Mengantisipasi Cyberporn http://www.ictwatch.com/paper/paper025.htm terimakasih. -dbu-
