-=f=- http://www.ee.itb.ac.id/fajri/aceh.html
---------- Forwarded message ---------- Date: Mon, 21 Feb 2005 23:04:13 +0700 (WIT) From: Anthony Fajri <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [ig] Tanggapan Terhadap Roy Suryo di Tempo Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
pas mbaca tempo, ada yg lucu..
ayo...ayo.. ber hai roy.. maaf kalo salah ketik, udah agak ngantuk :)
Halaman 8, Tempo edisi 21 Februari
Tanggapan Terhadap Roy Suryo di Tempo
Roy Suryo di Tempo, 6 Februari 2005, mengungkapkan keberatannya atas oknum yang memanfaatkan Internet dan situs untuk melakukan character-assasination pada dirinya. Saya tidak ngin mengomentari polemik itu, karena Roy sendiri tidak menyebut alamat situs tersebut, tetapi saya ingin mengomentari pakar telematika ini tentang komentarnya akan blog, homepage probadi, dan Friendster yang konon menurutnya hanya merupakan sebuah tren yang sifatnya sesaat dan sudah dianggap norak oleh masyarakat dunia.
Untuk menyebutkan apakah perkembangan media massa baru di Internet (mulai dari situs probadi dan blog) tersebut norak, saya sekedar ingin mengingatkan Bung Roy bahwa suatu masa (mulai 1999) berbagai media internasional pernah mengulas bawa inilah era web media itu, era kebangkitan media massa baru setelah datangnya Internet yang kemudian dikenal sebagai new media. Ketika media massa luruh ke tangan individu, dan masing-masing individu menjadi medianya sendiri, inilah kebebasan informasi itu sesungguhnya.
Ini bukan tren sesaat. The Guardian, harian terkemuka di Inggris, sudah mulai meluncurkan blog beritanya sejak 2001. Berbagai media lain pun kemudian mengikutinya, majalah wired, san jose mercury news, dan banyak media lain. Sebuah blog tentang Irak, Baghdad Burning, bahkan sudah diterbitkan menjadi buku.
Berbagai tokoh dunia pun malah memiliki blog masing-masing. Beberapa yang saya tahu, misalnya pengamat sosial politik yang dikenal tajam, Noam Chomsky (meski sudah lama tidak diperbarui); Lawrence Lessig (profesor hukum di Stanford yang juga kolumnis tetap majalah Wired) setia memperjuangkan hukum cyber di blognya, bahkan dia juga mengundang berbagai tokoh seperti Gubernur Howard Dean untuk menulis di blognya; begitu juga Chris Aderson (pemimpin redaksi majalah teknologi Wired) mempunyai blognya sendiri. Jadi, kalo Bung Roy tidak punya situs sendiri, atau bahkan tidak punya blog sendiri, apakah yang lain norak? Saya meragukan hal itu.
Arif Widianto Web Developer, tinggal Jakarta http://arifwidi.com
-=f=- http://www.ee.itb.ac.id/fajri/aceh.html
