On Sun, 13 Mar 2005 02:35:45 -0800, donnybu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > sifat berita detik (termasuk di detikinet.com) adalah selalu memberikan > informasi "terhangat" yang terjadi setiap saat, day-by-day, > minute-by-minute. bahwa saat ini berita lokal untuk IT saat ini sedang > "hangat" tentang aksi deface. > > peran media tidak hanya sekedar memberitakan, tetapi juga memiliki > fungsi kontrol sosial. silakan pihak-pihak yang sedang merasa "gerah" > dengan pemberitaan aksi deface di detikinet, baca dengan benar-benar > seluruh isi berita, dan kaji baik-baik pesan yang tersirat.
Mas Donny, Saya secara pribadi tidak mempermasalahkan isi "berita" tentang aksi perang deface tersebut. Itu adalah hak detik.com untuk mengabarkan kepada orang lain bahwa sedang terjadi aksi tersebut. Akan tetapi, ada kecenderungan bahwa detik.com sudah bukan situs berita lagi, melainkan situs "berita". Saya tulis dalam tanda kutip karena yang pesan yang tertangkap dari yang tertulis di situs detik.com bukan berita dalam arti harafiah lagi, melainkan sudah dibumbui opini dari detik.com. Untuk kasus cracking ini, memang ada kesan dibuat bombastis. Saya hitung, 8 dari 10 artikel detikinet terakhir isinya adalah "e-Ganyang" [saya tidak tahu istilah dari mana ini]. Kesannya seperti sedang menonton di pinggiran sambil teriak-teriak "ayo..ayo..ayo..hajar bleh..balas". Meskipun demikian, itu adalah hak media untuk membuat tulisan sedemikian rupa. Semua media mempunyai ideologi masing-masing. Namun, kadang-kadang memang niat yang ingin disampaikan saat menulis sesuatu bisa berbeda dengan apa yang ditangkap orang lain. Saya sering mengalami itu saat menulis tanggapan di milis. Maksud saya begini, orang lain mengira saya bermaksud begitu.
