On Mon, 14 Mar 2005 08:08:22 +0700, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > misalnya, tentu saja saya enggan menaruh kue-kue saya di satu > stand yang saya tahu kue-kue di sana u/ dijual dan saya tidak > dapat bagian. kecuali u/ keperluan amal. setidaknya saya > akan kehilangan alasan u/ melakukannya. entah u/ keperluan > bisnis atau yang lain, segala sesuatu harus ada dasar motivasi > dan alasan untuk melakukannya.
Ini agak OOT pak Adi..... Kalo gak salah dalam perdagangan atau bisnis itu ada yang namanya konsinyasi. Artinya pemilik barang hanya menitipkan barang-barangnya disuatu toko/tempat. Namun, jika ternyata nanti barang tersebut laku maka sang pemilik barang akan mendapat keuntungan dari penjualan tersebut. Nah, kalo saya logikakan (misalnya) seseorang membuat sebuah tulisan di detikinet dan itu berlangsung terus menerus, tidak menutup kemungkinan 'harga' nama orang tersebut akan terangkat dan mudah dikenal oleh orang awam. Bahkan tidak menutup kemungkinan, akhirnya nanti orang tersebut akan dihubungi media massa offline. Mungkin ini yang terjadi sama RS, sehingga dia mudah melejit di kalangan wartawan, karena memang dia mudah mengeluarkan statement dan menulis di media massa (terlepas dari benar/salahnya apa yang dia tulis). Sekedar pikiran lewat di pagi hari :) Dudi
