Email dari Yulian Firdaus H., 24 Apr 2005, 20:49:04 +0700:
>
> tahukah anda bahwa Wisma Dharmala adalah representasi kekumuhan
> permukiman Jakarta? Paul Rudolph arsiteknya mengambil inspirasi atap
> bertingkat bertumpuk-tumpuk seperti melihat atap-atap yang
> bertumpuk-tumpuk di permukiman kumuh Jakarta. shame on us.
>
---akhir kutipan---
Bukankah itu jujur, Jay? ;-)
Kalau suatu saat kita sudah berhasil mengurangi jumlah pemukiman
kumuh (entah kapan...) nostalgianya masih ada di Wisma Dharmala.
--
amal - http://coretmoret.web.id
Rudeness is a weak man's imitation of strength.