On 4/30/05, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ada yang fasih dalam Lisp? Maaf, saya nggak fasih tapi mau curhat dikit2 tentang binatang ini :)
> Apakah benar Lisp itu anda gunakan sehari-hari? Dulu sih iya. Bahasa yang dipakai untuk kuliah Dasar Pemrograman di sekolah saya adalah Lisp. Jadi bukan paradigma prosedural yang pertama kali diajarkan di perkuliahan, tapi malah paradigma fungsional (saya saat itu kurang tahu tujuannya). Jadi mau nggak mau tiap hari harus pake Lisp, walaupun saat itu godaan belajar bahasa lain yang lebih populer (C++) sangat besar. Akhirnya setelah belajar beberapa bahasa lain (prosedural dan OO), saya baru merasa bahwa Lisp itu benar-benar powerful, natural, sekaligus sederhana. Saya mulai melanjutkan belajar menerapkan paradigma prosedural dan OO untuk Lisp. Sekarang minimal seminggu sekali nyentuh Lisp lah, tapi cuma untuk 'mainan' dan asah otak aja. Program saya yang terakhir adalah sebuah game engine. Kalo untuk kerja, saya nggak pakai Lisp (kaya'nya susah nyari lowongan programmer Lisp :). > Pas slashdot ngasih link ke buku tentang Common Lisp, > "Practical Common Lisp" > http://www.gigamonkeys.com/book/ > Bagus nggak buku itu ya? Belum pernah baca :( Tapi kalo liat iklannya sih, walaupun buku baru, katanya jadi buku Lisp no 1 di Amazon. Kalo yang pernah saya baca (dan kebetulan punya versi bajakannya): - ANSI Common Lisp (Paul Graham, pembuat Viaweb, yg sekarang jadi Yahoo!Store) - On Lisp (juga oleh Graham) - Common Lisp : The Language (Guy Steele) - Buku diktat perkuliahan (dosen saya, yang ini bukan bajakan :) > > Saya sampai sekarang masih berminat untuk belajar Lisp, > tapi setiap kali lihat listingnya, mau muntah :) > Mungkin karena terbiasa pakai vi yang alergi terhadap > emacs (dan kemudian dikait-kaitkan dengan Lisp)? he he he. > Jadi ... napsu besar, tenaga kurang. Lisp tetap tidak > terkuasai :( > > Dulu saya "terpaksa" belajar Lisp karena ingin lebih > jauh mengenal satu hal yang disebut "Lamda Calculus", > dan untuk merakit sebuah paket theorem prover yang > ternyata dibuat dari Lisp. Jadi hanya terbatas pada > mode "script kiddies" lah. Hehe, saya juga masih inget dulu juga pusing setengah mati waktu kenalan dengan konsep lambda ini. Tapi bbrp waktu kemudian baru sadar, lambda calculus ini benar-benar cara yang paling natural untuk mengabstraksikan sesuatu (lebih nge-software daripada mesin Turing). Sekarang, lambda function sudah jadi senjata utama dalam ber-Lisp :). > > > -- budi > Senang melihat masih ada orang yang masih mau belajar Lisp di jaman seperti ini :) -- Demi masa..
