Menarik sekali diskusi nya, dan ini tema yg sampai kapanpun
pasti akan berubah2 terus kecenderungan nya, mengikuti
trend perkembangan pendulum kemanusiaan & kebudayaan ..  :)

On 5/7/05, enda nasution <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mem-forward email pribadi ke ruang umum biasa saja menurut saya dan
> tidak melanggar etika per-email-an, justru mereka yang pertama kali
> menulis email, pada pribadi atau pada umum harus selalu keep in mind
> bahwa apapun yg mereka tulis bisa sampai dan dibaca oleh khalayak
> ramai.
Karena skrg tinggal di Jepun, jadi mungkin sedikit bisa sharing
ketentuan yg berlaku di Jepun. Di sini, kecuali sudah mendapat izin,
memforward email *pribadi* ke ruang publik, termasuk pelanggaran 
etika bermasyarakat. Apalagi sejak mulai berlakunya UU Privasi Data
sejak bulan April lalu, maka aturan tidak tertulis di masyarakat Jepun
ini mendapatkan ada landasan hukumnya.

Ada cerita lucu, dan ini kejadian sebenarnya. Saya kenal A dan B,
sebagai sesama mahasiswa di Lab yg sama. Suatu saat sy perlu
nelpon ke HP nya B utk satu urusan, tp gak punya no HP nya B. 
Saat itu, hanya ada si A. Saya tanya ke A no telpon B, tapi dia bilang
gak bisa ngasih no telp nya B karena belon minta izin. Nah lho :D
Coba kalau di Indonesia, apa yg terjadi...

Dalam kejadian lain, di satu kantor media massa terkenal di Jakarta,
kawan2 ribut karena ada seorang anggota masyarakat yg tidak 
dikenal tiba2 menelpon ke seorang rekan, sebut namanya P.
Setelah urusan nya selesai, P tanya ke sang penelpon, dapet dr mana
no HP dia. Sang penelpon bilang, dari seseorang di kantor tersebut yg
menerima telpon sebelum nya.
Si P marah2 ke kawan2 lainnya, karena tanpa izin no HP dia sudah
beredar di masyarakat. Nah lho, ternyata kesadaran akan perlunya 
privasi jg di akui keberadaannya, hatta oleh seorang wartawan media
terkenal sekalipun..
Sesuatu yg di Jepang, sudah taken for granted..

Kembali ke masalah forward-memforward, ini masalah kompleks..
Karena sudah masuk masalah etika, dan etika terkait dg budaya.
Di sekolah saya, kami dpt tugas membuat 'ujian' etika untuk setiap 
mahasiswa baru, maupun mhs lama yg berbuat 'kesalahan'.
Isi pertanyaan mengenai etika berinternet. Saya kebagian urusan SPAM.
Baru saja sy memasukkan usulan saya mengenai pertanyaan dalam
'ujian' etika tersebut :D

Kalau di Indonesia, isi pertanyaan bisa di kelompokkan mirip dg
pertanyaan2 dalam ujian PMP kali (masih ada gak ya sekarang :)) )
Serupa, tapi tak sama... :)

--Rully
http://www.ar.or.id/

Kirim email ke