Email dari Mohammad DAMT, 17 May 2005, 11:09:44 +0300:
> 
> On 5/17/05, Andhi Marjono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >  kenapa sih IT indonesia itu yg mencolok selalu bidang2
> >  komunitas/grup, instal menginstal, setup menyetup, lokalisasi
> >  bahasa... gak ada hasil manufacture yg bisa dibanggakan...
> 
> heheheh
> dikiranya lokalisasi bahasa itu mudah?
> dan bagaimana kalau dimulai dari diri sendiri dahulu?
> 

---akhir kutipan---

Yup. Kalau kita memang bisa yang disebutkan di atas, kenapa harus
disebut "hanya itu"? Apa kurangnya dengan instalasi, setup, lokalisasi
jika memang dikerjakan serius? Sebaliknya juga, apakah manufaktur selalu
bisa menjadikan kehidupan di negara kita otomatis menjadi "smart" dan
nyaman.

Saya termasuk yang setuju dengan pendapat M. Sobary di Kompas 1 Mei
bahwa penting juga berpikir pada hal-hal yang [dianggap] "kecil" namun
bersedia dijalankan dengan tekun dan tulus. Daripada hanya silau karena
matahari di tempat orang lain.

-- 
amal - http://coretmoret.web.id

Americans are people who insist on living in the present, tense.

Kirim email ke