At 04:18 16/06/2005 +0700, Budi Rahardjo wrote:
On 6/16/05, Harry Sufehmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bukannya itu salah satu yang disebut fair / adil ? Kalau agama Islam sih
> setahu saya memang sangat berpihak kepada rakyat, terutama yang miskin.
Pemahaman saya sih agama Islam berpihak kepada *kebenaran*,
bukan kepada kaya dan miskin.
Biar miskin, kalau tidak benar ... tetap tidak dapat dibela.
Itu betul, tapi maksud saya dalam hal kebijakan ekonomi :-) cenderung
sangat berpihak kepada yang lemah.
> Kebetulan salah satu tugas saya disini (selain IT consulting, dll) adalah
> membantu me-manage bisnis keluarga, dengan sekitar 110 pegawai. Anda betul,
> tidak mudah, masalahnya bermacam-macam.
Dan saya yakin, salah satunya adalah *pajak*! ;-)
Betul :) lalu juga zakat, kesejahteraan pegawai, pengembangan karir
pegawai, bagi hasil (bagi karyawan dengan masa bakti > 1 tahun mendapat
bagi hasil dari keuntungan), dst. (selain, tentu saja, pengembangan
perusahaan). Perusahaan kami termasuk yang kata adik saya "paternalistik
corporation", jadi kita (direksi) seperti mengayomi / ayah angkat bagi para
pegawai kita. Kalau mereka ada masalah, mereka tidak segan-segan mengadu
kepada kita, lalu kita bantu sebisa kita, paling tidak sumbang saran /
pikiran. Masalah yang paling sering biasanya adalah gaji yang cepat ludes
:) terutama dengan pegawai baru. Nah, kita merangkap jadi
perencanakeuangan.com deh :) kita beri tips-tips praktis cara mengelola
uang yang tepat, sehingga akhirnya biasanya mereka bisa menabung. Beberapa
kini malah sudah lepas dan mempunyai usaha sendiri. Capek pikiran memang,
tapi senang kalau melihat hasilnya demikian.
Eh, maaf melantur.
> Untuk apa dulu, apakah untuk mendapatkan paten sebanyak-banyaknya, dan
> kemudian memungut royaltinya ?
> Microsoft telah merekrut seorang pakar yang telah memungkinkan royalti
> paten menjadi 1/3 dari pendapatan IBM, dan sejak itu telah mendaftarkan
> ribuan proposal paten, dengan sekitar 90% yang diterima.
Yang saya anggap tidak fair adalah mengapa menyalahkan
Microsoft saja? Mengapa tidak menyalahkan IBM, Sun, Samsung,
Apple, HP, Sony, Nokia, Amazon, dan seterusnya?
dan bahkan ITB!!!
Wah pak, baru bahas Microsoft saja sudah sepanjang itu email
saya :-) dan risetnya memakan waktu beberapa jam. Kalau ada yang mau
mengerjakan yang lain silahkan saja, tapi sekarang ini saya sedang tanggung
mengerjakan riset solusi billing untuk warnet berbasis linux; komparasi
fitur, pencatatan cara instalasi, pembuatan panduan instalasi, dst. (mana
komputer riset saya crash pula lumayan parah kemarin ini :-(
Dan anyway Microsoft juga sudah jelas itikadnya sewaktu kemarin mencoba
memungut pajak FAT :-) kalau itu kemarin berhasil, saya yakin paten-paten
lainnya pasti juga akan dia angkat berikutnya. Untunglah, setahu saya,
tidak berhasil.
Mereka semua melakukan R&D untuk mendapatkan paten.
(Setahu saya jumlah paten IBM jauh lebih banyak daripada
paten yang dimiliki oleh Microsoft. Ingat, software patent
merupakan konsep "baru".)
Poin saya: mengapa Microsoft *SAJA* yang disalahkan?
Mengapa tidak *SEMUA* perusahaan asing tersebut?
Menurut saya, paten ini memang sudah kebablasan.
(Ada beberapa tulisan saya tentang ketidak-setujuan saya
terhadap paten, khususnya paten software.)
Saya setuju sekali, saya kira memang sudah saatnya ada reformasi di sistim
paten global. Tapi, siapa sih saya ini :)
> Mudah-mudahan memang tulus dan niat baik, tapi sayangnya
> ada juga indikasi2 ke sebaliknya.
Saya kenal beberapa orang dunia dotcom amerika yang meski
belum sekaya Bill Gates, tapi sudah cukup kaya lah.
Mereka memang ingin membantu dengan tulus.
(Money is not the objective karena mereka sudah terlanjur
kaya. Seriously. Bukannya mereka nggak suka uang, tapi
mereka memang ingin membantu.)
Saya yakin pasti masih ada orang kaya yang memang baik. Tapi, saya kira,
tidak bisa lantas kita generalisir semuanya baik, sebagaimana juga tidak
bisa kita generalisir bahwa semuanya jahat. Perlu dilihat kasus per kasus
supaya adil. Tapi ini jelas memakan waktu.
Jadi yang terbaik mungkin adalah dengan bersikap waspada & kritis.
> Untuk institusi yang memiliki power sebesar mereka, saya kira kita perlu
> *waspada*, kalau tidak ingin kecele dan menjadi bulan-bulanan di
kemudian hari.
Waspada boleh-boleh saja, tapi poin saya adalah kita harus
fair dong. As much as I hate Microsoft business tactics,
saya harus fair terhadap orang di belakangnya ketika mereka
memberikan bantuan.
Terus terang, saya tidak menganggap Microsoft memiliki power
terlalu besar. Biasa sajalah. Mereka masih bisa dikalahkan
oleh perusahaan baru. We can beat them, if we want to.
Dari sisi skala, Microsoft masih jauh lebih kecil dibandingkan
dengan IBM misalnya.
Ya, anything's possible :-) tanda-tandanya saya kira sudah makin
kelihatan lebih jelas; seperti misalnya ketika kemarin ini mereka
mengkontak pak Budi untuk berkonsultasi soal platform. Lalu kemudian,
mereka mengangkat satu pejabat khusus untuk mengurusi soal platform.
Saya yakin mereka sudah lama sadar bahwa keberhasilan mereka sejauh ini
adalah karena keberhasilan mereka memonopoli platform Windows, namun kini
mulai terancam dengan adanya Linux / free software. Mereka sudah berusaha
pindah ke platform .Net, namun sudah dihadang juga oleh proyek Mono-nya
Miguel dkk (terakhir saya cek sudah cukup bagus, di Solaris padahal. Cuma
mentok kalau ada dependency ke ActiveX controls). Jadi saya lihat mereka
sekarang ingin kembali menikmati keamanan monopoli di suatu platform, dan
sedang berjuang untuk itu pada saat ini.
Well, just my 2 Rupiahs :)
Salam,
Harry