On 6/19/05, alexcobain <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> kalau saya sendiri liatnya pemerintah bukan setengah-setengah. harap
> dimaklumi saja kalau kebanyakan dari kita masih suka ber-euforia. latah
> dan ikut-ikutan.

Sebenernya kalo pernah tau mekanisme pengambilan keputusan di
pemerintah, pasti juga maklum kenapa jadi kelihatan setengah2x untuk
opensource.
yang "bermain" banyak, vendor yang masuk punya lobi yang kuat dan
masing2x bawa jagoan dengan pengaruh tingkat politis yang engga kecil,
misalnya buat pengadaan komputer di lingkungan pemda aja, vendor "x"
nawarin produk "y" punya beking mantan gubernur, vendor "j" nawarin
produk "k" dengan beking anaknya gubernur dll. dan produk itu sampai
saat ini engga ada yang opensource karena apa ? bisa ditebakkan.

> 
> begitu open source menggema lalu ikut menggaungkan open source. yang
> penting ada koar-koarnya. sesudah itu dilupakan, itu urusan
> belakangan... :(
> 
> jangankan pemerintah. di kampus sendiri saya nyaris frustasi. Kemarin
> pernah Unsyiah ini bikin OSCA (Open Source Campus Agreement) dengan
> pihak InfoLinux (Pak Rusmanto). Tapi apa yang terjadi? Gema open source
> itu cuma sesaat. Hanya tersisa segelintir saja yang masih "nekad"
> menggunakan Open Source, setidaknya buat di-oprekin.
> 
> Antusiasme yang sama yang pernah dilihat Pak Made sendiri saat ke MIPA,
> bukan? And then... it's going with the winds of windows :D
> 

Jangan frustasi gitu dong.. jadi inget sekitar thn 1999 waktu itu HEDS
JICA punya program memberikan bantuan ke Unsyiah berupa server dan
installasi network di fakultas teknik, kebetulan KLuB Linux Bandung
yang bantuin, kita install servernya pake Linux dan karena listrik
engga stabil di lingkungan kampus, jadi proses installnya dan sedikit
tutorial dilakukan di hotel  tempat kita menginap. Untuk networknya
sendiri kita tarik dari NOC ke gedung baru fakutas teknik pake thick
kabel. Gimana kabarnya sampe sekarang saya engga tau soalnya pas dulu
pasangnya buru2x jadi status terakhir blm nyambung :-) , tapi yang
membuat kita jadi bangga dan terheran2x, berapa bulan kemudian ada
mahasiswa Unsyiah yang bela2xin ke Bandung untuk belajar linux dan
mendekam beberapa lama di markas KLuB, semangat itu emang engga perlu
kita duga dateng dari mana saja.


 
> jadi... mari kita coba maklumi pemerintah. semuanya mesti berangkat
> dari bawah juga. kalo ngarepin dari atas, percayalah.... susah buat
> diwujudkan. mereka itu lebih produk warisan kolonial lama yang manut
> dan takut dicap "inlander" sama kapitalis luar sana.
> 
> *maaf.... jadi rada politik gini :P *

Kalo gitu mari kita jalankan proyek Linux ini dengan sistem "desa
mengepung kota" hehe


> 
> tujuan menggunakan Open Source itu yang perlu ditanyakan ulang. apakah
> hanya trend sesaat :P ataukah benar2 ingin memajukan pola pikir kita?
> 

Tujuannnya gampang aja . "Gunakan Resource Yang Ada Sesuai Dengan
Kebutuhan Kita"
kalo opensource bisa kenapa beli yang lebih mahal ? 


Trias Adijaya

Kirim email ke