N e o wrote:


At 10:53 +0000 6/24/05, alexcobain wrote:

kok jadi ribet dan serumit itu sih pemikiran elit2 di pusat sana?

apa ini kebiasaan bangsa yang tahunan yang suka merumitkan penyelasaian
masalah?
kemana IGOS yang dulu dengan pongah diproklamasikan?
tinggal kenangan?
*jadi sedih... :( *


problemnya sama persis seperti yang pernah kamu deskripsikan soal euforia penggunaan linux dan free software lainnya di tempat kamu sendiri. kalo nggak ada yang ngelarang, ya warnet itu pada pake windows. ketika di-sweeping oleh polisi, ya mereka pilih tutup warung. selama tutup, mereka pemasukan dari mana?

jawaban menggunakan free software itu terkesan mudah. problemnya adalah tidak semua operator warnet itu tech savvy seperti kebanyakan kita, ada kisah nyata disket tidak bisa mount di terminal yang sudah pake linux, operator warnetnya dengan enteng ngomong restart aja komputernya. kebetulan yang pake warnet juga bukan orang yang pernah pake linux (a machead).

it will take time. dan perut tidak bisa menunggu terlalu lama kelaparan. either go cold turkey, beli license *which is very expensive compared to the warnet hardware*, or bribe the police. atau, pemerintah membantu dengan "pemutihan", yang mungkin cuma berlaku sementara.

iya ... bung benar. problemnya memang seperti itu. dan memang sudah seharusnya org2 yang sedikitnya mengerti tentang linux yang terus berjalan (mungkin sekali termasuk bung dan saya sendiri). hanya masalahnya, terkadang menjadi putus asa juga bung. saat semuanya menjadi musiman semata. saya bisa mengerti bahwa perut tdk bisa menunggu. saya sendiri mahasiswa yang mencari penghasilan tambahan dari bikin translate, atau bikin ketikan. untuk kamus saja saya belum menemukan kamus bahasa inggris - indonesia di linux. yaa... mesti pakai windows yang builtin di laptop. namun versi gratisan (dictionary 2.5), karena transtool itu tidak terjangkau. lain jika bicara ilegal.

singkatnya utk kalangan menengah ke bawah, saya bisa mengerti, tapi kalangan menengah ke atas merancang program2 yang nggak masuk akal dan bikin malu? ahh... saya tetap tidak menerima. dalam hal ini program2 pemerintah yang sering melompat-lompat dan nyaris tanpa logika yang mudah dimengerti awam bodoh seperti saya... :(

--
heart-shaped-box
darussalam - banda aceh
http://alexcobain.tk

Kirim email ke