On 7/7/05, Dian Nugraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Adjie wrote:
> 
> --------------- 8<
> > jadi gasohol itu bukan solusi permanen buat saya, itu cuma temporary
> > solution, kalaupu 1000 orang pake gasohol penghematannya cuma 30% di
> > banding 1000 orang ngga make mobil lima hari aja dalam seminggu.  di
> > belanda banyak yang make sepeda dan ngga malu dibilang umar bakri
> > walaupun punya posisi tinggi, di jerman banyak professor yang kaya
> > lebih suka naik angkutan umum, begitu juga di perancis, saya ketemu
> > banyak orang yang mampu tapi lebih suka naik Subway ( karena bisa baca
> > selama perjalanan )
> >
> > Indonesia... mungkin masih mimpi di siang bolong, karena kita (rakyat
> > & pemerintah ) tidak perduli dengan masa depan anak cucu kita, karena
> > kita ngga bisa berhemat dan terus menganggap indonesia ini negara kaya
> > dengan  sumber daya alam yang besar.... ha.hahaha  ... intinya harus
> > dari diri kita sendiri dan dari hal yang paling kecil dan di mulai
> > sekarang juga, pesen Aa Gym.
> >
> >
> > regards
> >
> > Adjie
> 
> Setuju Mas Adjie,
> 
> Solusi diri-sendiri: gunakan sepeda
> Solusi berjamaah: sediakan mass rapid transport.
> 
> -Dian-
> 
> 


On 7/7/05, Dian Nugraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Adjie wrote:
> 
> --------------- 8<
> > jadi gasohol itu bukan solusi permanen buat saya, itu cuma temporary
> > solution, kalaupu 1000 orang pake gasohol penghematannya cuma 30% di
> > banding 1000 orang ngga make mobil lima hari aja dalam seminggu.  di
> > belanda banyak yang make sepeda dan ngga malu dibilang umar bakri
> > walaupun punya posisi tinggi, di jerman banyak professor yang kaya
> > lebih suka naik angkutan umum, begitu juga di perancis, saya ketemu
> > banyak orang yang mampu tapi lebih suka naik Subway ( karena bisa baca
> > selama perjalanan )
> >
> > Indonesia... mungkin masih mimpi di siang bolong, karena kita (rakyat
> > & pemerintah ) tidak perduli dengan masa depan anak cucu kita, karena
> > kita ngga bisa berhemat dan terus menganggap indonesia ini negara kaya
> > dengan  sumber daya alam yang besar.... ha.hahaha  ... intinya harus
> > dari diri kita sendiri dan dari hal yang paling kecil dan di mulai
> > sekarang juga, pesen Aa Gym.
> >
> >
> > regards
> >
> > Adjie
> 
> Setuju Mas Adjie,
> 
> Solusi diri-sendiri: gunakan sepeda
> Solusi berjamaah: sediakan mass rapid transport.
> 
> -Dian-
> 
> 
Nah, yang perlu dipertanyakan juga; mass rapid transport itu apa juga
akan mencakup seluruh negara kita? atau hanya di kota2 besar yang
kebanyakan di pulau jawa? saya sudah katakan tentang adanya permintaan
pasar. Kalau transportasi jalanan di indonesia saja belum berkembang
dengan baik, bagaimana mass rapid ini bisa disosialisasikan.

ada satir di aceh sini:
"di aceh sungainya banyak... jembatannya sedikit"
"di jakarta jembatannya dikit, sungainya bisa dihitung"

artinya? penggunaan transportasi massa yang murah meriah terpaksa jadi
mimpi jika sarana seperti jalan dan jembatan saja tidak dibangun atau
dipelihara dengan baik. dan ini membuat orang kita lebih memilih punya
kenderaan sendiri yang praktis, katakan saja sepeda motor, yang bisa
untuk naik rakit atau jembatan kecil yang nyaris ambruk.

step-by-step mungkin bisa saja kita menggunakan seperti transportasi
negara maju. kereta bawah tanah atau apa saja. tapi utk memaksakannya
dalam waktu cepat, wah... negara ini harus revolusi loh :D

sarana lainnya yang sudah merakyat saja seperti Kereta Api saja tidak
di semua daerah terjangkau.

FYI (out of topic). kalau di aceh anda tanya motor utk ojek, orang
akan bingung. karena motor disini = mobil. kalau tanya kereta (api)
maka yang ditunjuk motor, karena kereta = motor. artinya? transportasi
murah meriah seperti kereta api itu nggak dikenal, setidaknya di sini
:D

-- 
heart-shaped-box
darussalam - banda aceh
http://alexcobain.tk

Kirim email ke