Pada tanggal 8/14/05, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Komentar? ;-)

-- budi

---------- Forwarded message ----------
From: merry_magdalena <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Aug 14, 2005 1:42 PM
Subject: [technomedia] Arogansi "Komunitas Blogger"
To: [EMAIL PROTECTED]


Subjek ini sengaja saya beri tanda petik pada kata komunitas blogger,
sebab yang dimaksud bukanlah semua blogger, melainkan hanya sebagian
saja.
Sebelum acara gath beberapa waktu silam, saya sempat chat dengan
seorang blogger yang juga moderator milis tetangga. Merealisasikan
ide seorang teman, saya coba mengajak dia, sebut saja namanya P untuk
ikutan gath. Tujuannya agar milisnya yang selama ini menganggap milis
kita eksklusif bisa tahu lebih jauh.
Dia tanya, siapa aja yang datang?
Saya jawab, ya semua member milis.
"Roy Suryo juga?" tanyanya.
"Yups, menurut konfirmasi iya," jawabku.
"Hmmm..bloger diundang ngga?" dia tanya lagi.
Saya jadi bertanya, "menurut kamu, apa definisi blogger?"
Ia menjawab, "Ya semua yang membuat blog."
"Kalau itu maksud kamu, mayoritas member milis technomedia adalah
blogger. Sebab temen2 seperti Wandi, Ajeng, Ratnaa, Wicak dan saya
sendiri juga punya blog. Jadi ngga udah tanya apakah blogger
diundang. Yang kamu maksud pasti komunitas blogger lain,bukan gitu?"
Kelamaan obrolan tadi berujung pada rasa ngga enaknya dia karena
menganggap blogger selalu harus "bermusuhan" dengan Roy Suryo. Dia
juga ngga enak sendiri sebab merasa telah menciptakan gap antara
komunitas blogger yang ia maksud dengan blogger lain yang notabene
wartawan.
Kesimpulan dari percakapan itu adalah: "komunitas blogger" yang
dimaksud olehnya adalah para blogger yang kerap kali menganggap bodoh
media massa, menyudutkan narasumber yang kerap di-quote media.
Komunitas ini juga kadang merasa jumawa mengadili media massa yang
ada. Memaki, mencaci, jika sebuah media melakukan kesalahan. Kita
bisa lihat di sejumlah alamat blog yang tak perlu disebutkan namanya.
Tapi tentu temans paham dengan apa yang saya maksud. Dalam blog2 itu
yang saling terkait dengan link satu sama lain, dengan mudahnya
membabtis tokoh atau media tertentu dengan cap "bodoh", "idiot" dan
lainnya.
Memang betul blog adalah media baru. Namun saya rsa itu bukan alasan
bahwa media trsebut dapat dengan mudah menebar arogansi sehingga
menganggap dirinya yang paling hebat. Saya setuju, orang-orang di
balik komunitas blogger adalah para pakar IT, bahkan lebih pakar dari
wartawan. Tapi itu bukan suatu alasan mencerca media yang sudah ada.
Yang lucu, kritik dan cercaan terhadap media konvensional ini
dilakukan para "blogger" hanya dalam komunitasnya saja. Mereka tidak
berani menyampaikan kritik langsung ke media yang bersangkutan. Dalam
komunitas itu mereka beramai-ramai saling mengomentari kritik tadi
secara keroyokan.
Hahaha..mirip pedagang pasar yang rame2 menggebuki copet deh.
Apakah arogansi "komunitas blogger" ini patut dipertahankan?
Di milis ini ada banyak sekali wartawan yang juga blogger, atau pakar
IT yang merangkap sebagai blogger, sebab memang benjadi blogger itu
hal biasa yang bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk anak SMP atau
SD, bahkan TK. Dan itu tak perlu dijadikan alasan arogansi.
Ada yang mau comment, temans blogger?

merce masih serius ah


lha.. blogger yg dimaksud sama si nona merry itu apa gabung di milis technomedia?
apa milis technomedia sdh jadi milis blogger?


--
Ben
http://bennychandra.com/2005/08/07/my-first-css-theme/

Kirim email ke