On 9/6/05, Dicky Wahyu Purnomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> SMS adalah mekanisme phone-to-phone di mana henpon bisa diasumsikan
> akan "selalu menyala".
> Sedangkan orang ber-gprs hanyalah sesaat saja saat diperlukan.
> 
> Alasan lainnya:
> 1. konsumsi batere yg cukup tinggi jika ber-gprs, sms selalu standby
> tanpa mengkonsumsi batere secara berlebihan
> 2. gprs dan call tidak bisa dilakukan pada saat yg bersamaan
> (meskipun call bisa masuk saat sdg bergprs)
> 3. tidak semua orang punya account IM
> 4. SMS memiliki delivery report, IM tidak.
> 
> Untuk komunikasi 2 orang yg saling kenal dan masing2 punya IM
> account, mungkin paling mudah&murah berkomunikasi via IM, biasanya
> janjian via SMS dulu utk OL IM via GPRS. Krn secara total akan lebih
> murah.
> 

Setuju. Untuk situasi tertentu IM bisa lebih murah, tapi dgn teknologi
saat ini SMS lebih mudah & murah utk mengirim pesan yang benar2
pendek. :D

> Sekarang, kl misalkan ingin mengontak seseorang ... yg kita ketahui
> no HP nya saja. apa kita akan kontak via IM ?
> Lalu, jika si tujuan sudah tidak pernah online IM lg?

Mungkin suatu saat no hp bisa dijadikan alamat IM (pakai Jabber/XMPP)?? :D
Kalau orgnya offline, maka akan jadi offline msg, akan dikirim saat
org itu login IM-nya.

> 
> Tetep aja, masing2 teknologi ini akan exist, seperti TV, Radio dan
> Internet ... karena karakteristik nya yg berbeda, biarpun fungsinya
> ampir mirip.

Ya benar pak.
*lagi* Tapi apakah IM akan menjadi killer application di zaman
GPRS/CDMA/3-G di dunia selular?? Karena aku lihat trennya operator
telco selular juga mengarah ke penyediaan infrastruktur utk komunikasi
data.

-- 
-Ananda Putra-

Kirim email ke