On Jum, 2005-09-09 at 13:35 +0700, Budi Rahardjo wrote:
> On 9/9/05, Mohammad DAMT <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > sekarang sejuta akun bisa dimasukkan dalam satu akun shell
> 
> he he he. problemnya kan sejuta account ke sejuta orang.

tapi kan sejuta orang itu ga perlu shell
mereka hanya butuh kotak surat yang dapat saja berupa berkas biasa, atau
masuk ke dalam basis data.

> > direktorinya dapat seperti ini: 
> > ...
> > /spool/a/h/m/a/d/dahlan (ada di hard disk no. 1)
> > /spool/a/h/m/a/d/yani
> > ...

ini jikalau menggunakan pendekatan direktori spool untuk kotak surat
menjawab "tantangan" dari pak Budi.

> dari segi performance apa tetap nggak masalah?
> saya pribadi penggemar "database" berbasis file system
> seperti itu ;)
> tapi rasanya kalau dari sisi performance ... bisa lambat.

makanya dimasukkan di mesin2 terpisah
seperti (tebakan saya) di yahoo, jikalau Anda punya lebih dari satu
akun, lantas masuk lewat webmail, nama servernya beda. analoginya untuk
kotak surat sama seperti itu.

> kalau hanya sekedar naming kan tidak harus seperti itu,
> bisa juga direktorinya
> /spool/0-10000/0
> /spool/0-10000/1
> ... dst
> yang penting ada tabel konversinya kan?
> emang enakan nama jadi bisa langsung "diedit" ditempat
> whua ha ha.

sebaiknya jangan sering2 diubah ditempat, kasihan adminnya, gaji ga
seberapa ngurusi perubahan2 untuk sejuta orang

> > > Jadi menurut saya tidak bisa menggunakan stock unix biasa.
> > 
> > tergantung unixnya yg mana
> 
> contoh yang bisa?

cari saja distro linux atau unix lain yang menyertakan paket "virtual
domain" untuk email di dalamnya. (ya kalau ga kuat sampai sejuta ya di
utak atik sedikit supaya dapat mendukung sistem kotak surat
terdistribusi seperti yang saya lontarkan dalam ide saya sebelumnya *-)

atau mungkin bisa dengan distro linux atau unix lain yang menyertakan
ini http://www.hula-project.org/Hula_Server (sudah jadi belum ya? hehehe
*-)

ya kalau ga ada distro tsb, ya bikin saja (intinya, dengan PLB, kita
bisa bikin distro tsb dgn stok yg kita inginkan *-) (padahal sebenarnya
ngeles)

> > antarmuka protokol dapat dibagi2 ke dalam beberapa mesin. 
> 
> bisa demikian atau sekalian load balancing yang otomatis :)
> 
> > jadi mesin webmail
> > tinggal minta, "hey saya mau buka kotak surat si ahmaddahlan" 
> > lantass mesin pemetaan akan kasih, "ini kotaknya ada di 
> > /spool/a/h/m/a/d/dahlan,
> > bisa diakses dari mesin nomor 20 sampai 30 saja, 
> > selamat bekerja".
> 
> kotak suara itu jadinya diakses dari banyak mesin dong.
> dishare pakai NFS? apa gak lambat lagi?
> (kebayang lockingnya)

perkongsian berkas kan tidak melulu harus menggunakan NFS. Bisa saja
pakai SSH kalau mau (itu kalau mau)

> belum lagi masalah bandwidth untuk 1 juta account.
> wiiihhh...

kalau ini mari kita serahkan mikrofon kepada Tuan Carlos Patriawan.

> sebetulnya ada beberapa ide mengenai 1 juta account,
> tapi bayangan saya adalah dengan menggunakan database.
> biar performance tok cer.

kabarnya gmail juga menggunakan basis data ya?

> > *ikutannunggupakpy*
> 
> maap, kuper. apa sih itu "pakpy"? :)

seorang pakar email (pakar dalam arti yang sebenarnya, bukan pakar yang
"itu")

Kirim email ke