On Sun, Sep 18, 2005 at 11:46:19AM -0700, Patriawan, Carlos wrote: > Tolong benerin kalau salah,tapi kalau ini bener2 ada..... kan sekarang > top root server cuman handle org,com,info,biz dan top level > negara2,paling banter ada 200-300 entri ? Nah sekarang kalau top level > domain mau dibebaskan sepuas2nya,berarti kan ada jutaan entries,nah > untuk updating,resolving dan synkronisasi ini perlu next-gen DNS > software/protocols yang bisa scale lebih jauh ,itu maksud gua :)
kayaknya sudah ada deh. ambil saja .com, itu isinya sudah ratusan juta kali :-) (pakai 'kayaknya' soalnya orang java eh .. jawa hi..hi..). delegasi ns kan harus ada glue record... > Kalau ini sih namanya main api dengan software > bugs/implementation,jelas orang gak mau,karena kan kedepannya software > implementasi browse,.mail sebagianya bisa lebih restriktif. tapi implementasi yang ada sekarang menciptakan 'legacy' .. untuk kasus email, ugly kludge cek ada tidak string-dot-string nampaknya tetap dipakai sampai 10 atau 20 tahun lagi. selama orang pakai infrastruktur yang ada sekarang. meskipun, apa ya istilahnya, katakanlah 'konsensus' bbrp distro untuk resolver bisa berbeda-beda, walaupun base-nya sama (pakai glibc yang sama, pakai resolver library yang sama, pakai kernel yang sama, debian vs redhat misalnya, dulu hasil dari gethostbyname() bisa berbeda, walaupun terakhir saya cek, saat menulis email ini, sudah sama, dulu sempat bingung waktu mainan listar/ecartis). > Lagipula itu yang dicoba kan baru http atau mail,belum seperti ftp,ssh,etc ... menurut saya, layer aplikasi tsb. tidak begitu menentukan, yang menentukan biasanya orang mencoba-coba membuat software-nya user friendly, menggunakan grey area (atau yang tidak disebutkan) di dalam dokumen standar (RFC/STD). Salam, P.Y. Adi Prasaja
