On 9/18/05, Ivo Setyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On 9/19/05, Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > On Mon, Sep 19, 2005 at 12:43:20PM +0700, Jay adalah Yulian wrote:
> > > de facto, kabel telepon adalah infrastruktur terbesar yang
> > > melingkupi penduduk di tiap kota
> > 
> > Sama kabel listrik besar mana ya kira2? 
> > 
> > Dr dulu tertarik sama broadband over power lines, tapi gak tau
> > feasibilitynya di Indonesia.
> > 
> > Ronny
> > 
> 
>  Jelas besar kabel listrik.
>  Tapi kabel listrik doang belum akan siap dipakai internet.
>  Biaya masang router (or apalah) di tiap gardu listrik itu yang akan jadi
> mahal.
>  
>  Even in the US, power-line-internet terbukti tidak feasible.

Kalau mau contoh penetrasi broadband,belajar dari Korea dan
Jepang,penetrasi dua negara ini lebih tinggi dari US sekalipun.Triple
Play melalui metro ethernet sudah jadi kenyataan disana (Voice,Data
and Video).Istilahnya FTTH.Jadi tiap rumah ada sambungan 100Mbps.

Di Dubai juga sedang giat2nya,begitu juga negara2 Skandinavia+Spain.


Carlos

Kirim email ke