Apa iya memang selalu begitu?
Weker atau alarm sering saya aktifkan untuk keperluan "sedia payung
sebelum hujan", persiapan sebelum "musibah telat bangun" datang. Pada
banyak peristiwa saya malah terbangun sebelum jam weker berbunyi, yang
barangkali mengindikasikan rencana bangun tersebut masih tersimpan di
penjadwal bioritmik tubuh.
Gak selalulah. Dan ini juga subyektif kok, gak ada fakta. Mungkin ada juga tipe orang yang gak bisa bangun tepat waktu tanpa jam weker dari awalnya, gak tau.
Teman satu kamarku biasanya pake jam weker. Guess what? Siapa yang bangun? Aku yang biasanya bangun karna jam weker dia bunyi. Jadi bisa aja mungkin pake tools, tapi pura2 gak tau kita pake tools, hehe .. tapi ini susah, karna ini unconscious.
Ini ada buku bagus untuk belajar tentang conscious dan unconscious. http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0201379376/ref=sib_rdr_dp/103-9115917-0469448?%5Fencoding=UTF8&no=283155&me=ATVPDKIKX0DER&st=books
Trus sejak ada address book di handphone, skrg bisa ingat nomer telpon gak? kalau aku nomer telpon sendiri juga gak ingat, tapi mungkin ini gak terlalu penting untuk di control.
Kalau mau fakta, bisa ke polisi lalu lintas. Di Jepang itu kalau ke polisi lalu lintas ada datanya. Semakin lalu lintas di control dengan rambu2 yang strict, tingkat kecelakaan semakin meningkat. Tapi kalau dibandingkan dgn Indonesia, di rata2kan, tingkat kecelakaan di Indonesia jauh lebih tinggi. Jadi secara rata2, tetap aja yang managed well lebih bagus.
Tapi untuk kasus programmer, siapa yg butuh rata2? Kalau ada yg prefer rata2, tool2 yang take control itu mungkin perlu dipakai.
--
Pakcik
