On 10/3/05, Patriawan, Carlos <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

On 10/3/05, tunggul arif siswoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pada tanggal 10/3/05, Patriawan, Carlos <[EMAIL PROTECTED] > menulis:
> >
> >
> > Salah satu Contoh realnya begini,di persh saya sebelumnya,saya
> > terlibat pd pemindahan sebagian engineering group dari SV ke
> > bangalore(jadi bukan cuman outsourcing),kita interview org di
> > bangalore,etc..sampai kemudian total employee menjadi 100-200
> > orang,yang gw lihat,meskipun sebagian "top", tapi kebanyakan engineer
> > levelnya masih mid-level,yang menurut gw masih banyak bisa didapatkan
> > di Indonesia.
> >
>
> Pak, tingkatan 'mid-level' ini kira-kira diberikan untuk kategori
> employee yang bagaimana? ;-) maksud saya, mungkin bisa cerita lebih
> detil tentang skill levelnya, trus experience, dll

Karena sektor  kita di networking,rata2 "mid-level" untuk programmer
yang experience 3-4 tahun di socket programming.

Untuk QA yang mengerti networking,protocols tapi  kalau disuruh bikin
protocol software flows atau internal proses didalam routernya sendiri
belum terlalu pengalaman sampai detail.

Kalau QA yang expert,ini sudah hapal implementasi di rfc/draft dan
tahu bedanya implementasi masing2 vendor dan bisa diajak debat kalau
implement protocol ini dengan cara ini,dibandingkan cara lain,mana
yang lebih bagus.


Carlos
wah... saudara tunggul ...

kayaknya masih harus "maen2" lagi nih di bidang coding sock dan sebangsanya :p

NGangsu kawruh dulu pren... :D


--
--
Best Regards


Didik Achmadi
http://achmadi.blogsome.com

Kirim email ke