----- Original Message -----
From: "Adjie" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, October 14, 2005 12:42 AM
Subject: [teknologia] Re: spbu asing mulai beroperasi bulan dpn



>
>
> eh ini ada yang versi retail komplitnya hasil browsing dari asosiasi
solar:
>
> http://www.4lots.com/index.asp?PageAction=VIEWCATS&Category=255
>
> Untuk yang solar power seluruh rumah (>100w) harganya 8jt-30jt.Tahu
> deh ini produk China atau Amerika.Ayo ada yang bisa bikin di Indons ?
>
>
> Carlos


kayaknya semua made in China, tapi ngga ada salahnya kalau ini bisa di
bikin dan di kembangkan di indonesia,   cuman ngga tahu deh di
produksi di indonesia bisa lebih murah atau ngga, kalau semua bahan
masih 80% impor yaa akhirnya mahal juga.
 atau memaki energi angin, spt di sweden dan denmark, mereka punya
banyak  kincir angin untuk membuat energy listrik, selain bisa sebagai
pembangkit listrik bisa juga buat kawasan wisata, setahu saya di
Indonesia belum yaa...???/


adjie

----------------------------

CMIIW,
LEN pernah produksi modul solar sel 100W lengkap (dg. baterai & lampu) untuk
proyek World Bank.
Katanya sih dalam skala besar waktu itu (sekitar tahun 2000) harganya 2
jutaan per unit.
Memang sel-nya masih impor dari Australia lalu dirakit jadi modul 100W di
LEN.
Tapi kayaknya macet, karena nggak bisa dapet investor.

Soal Pembangkit listrik tenaga angin, IMHO, sepertinya secara teknologi
sebetulnya sudah cukup matang untuk digunakan. Skala 1KW-5kW juga nggak
mahal sebetulnya, jadi bisa buat sistem tenaga listrik yang terdistribusi.
1 Kampung (40 KK) bisa punya 5 kincir angin kecil-kecil yang dibuat grid
kampung itu.

Ary

Kirim email ke