On 10/11/05, Trias Adijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ditanggapi sedikit deh,
> The networked home > Menyambung dvd player ke HP, monitor perlengkapan dirumah dengan PC, > sepertinya kalo ada saya juga mau install di rumah, kalo ini saya engga > sepakat dengan para futurist pilihan wired. Kalau ini setuju dengan Trias. Salah satu futuris, scientist, dosen dan science fiction writer Austria Hermann Maurer adalah futuris yang justru mengatakan bahwa hal ini tidak bisa dihindarkan lagi. Yang jadi masalah adalah apa yang terjadi seandainya koneksi tersebut 'down' hehehe. > Mobile video phones > beneran ini bakal engga laku, pada dasarnya hp itu untuk informasi yg > penting dan terbatas, kalo nonton di layar kecil mending cari hiburan lain > deh.. Mungkin benar untuk 'angkatan kita', tapi belum tentu benar untuk 'angkatan selanjutnya'. Small device lama-lama menjadi kebiasaan juga kok, dulu juga resistansi terhadap teknologi 'kecil' seperti handphone (dgn alasan privacy dan lain-lain) juga tinggi. Tapi mungkin, sekali lagi mungkin, dimasa depan waktu untuk menikmati hiburan sangatlah terbatas sehingga layar kecil pun sudah cukup. > RFID > teknologi ini buat kalangan tertentu masih bakal dipake, emang engga bisa > diharapin buat penggunaan secara masal Kalo ini terus terang gak terlalu setuju dgn Wired. RFID itu sudah lumayan banyak dipakai di Eropa loh, mungkin di States kurang terpakai karena memang kurang dipopulerkan aja (masih tergantung pada barcode) tapi di Eropa pemanfaatan barcode mulai banyak dikurangi (kecuali utk supermarket kali ya?). > Security > "One of the core questions we don't know the answer to," Hines said, "is, > 'Are people going to be willing to pay for stuff that's inherently > preventive?'" Ini intriguing banget. Dari kacamata orang teknis mungkin iya, tapi dari kacamata orang awam mungkin tidak. Jadi tantangan bagaimana menjadikan security sebagai sesuatu yang tidak preventif? > Dari yang saya pernah sedikit diskusi dengan salah satu tim futurist > gabungan perguruan tinggi dan operator selular terbesar di Indonesia. > Arah teknologi salah satunya akan berbasis pada ponsel sehingga setiap > aktifitas seperti belanja di supermarket engga perlu pake cash/credit card, > cukup bawa HP "tinggal sms aja" Kalau saya taruhannya di "heptic gadget" alias gadget yang bisa dipegang. Walaupun selama kuliah S2 kemaren dijejali soal ubiquitous computing tapi tetap tidak percaya bahwa manusia tidak membutuhkan interaksi langsung dengan sesuatu yang bisa dipegang-pegang. -- <avianto /> - http://avianto.com/
