On 11/10/05, Oskar Syahbana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > On 11/10/05, Riyogarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Agak bingung dengan komentar bung Roy: > > > http://www.detikhot.com/index.php/tainment.read/tahun/2005/bulan/11/tgl/10/time/195757/idnews/476094/idkanal/230 > > > > yang digarisbawahi: > > Roy menjabarkan, secara teknis fotografi, foto-foto tersebut memiliki > kesamaan. Ukuran piksel: 600 x 450 dan resolusi: 72 dpi (dots per inch). > > Artinya beliau melihat sisi teknis fotografi dari ukuran pixel dan dpi yg > sama. > > Asumsinya adalah hasil jepretan kamdig donk. Tapi selanjutnya kok jadi > bingung? > > Iya, aneh banget. Katanya kamera konvensional tapi kok ada dpi-nya. > > > .... atau foto itu merupakan hasil scanning. > > Jadi .... ukuran piksel dan dpi-nya gak bisa dijadikan patokan teknis > fotografi donk, kalau hasil scan sih bisa dibuat seragam. > > > > lebih bingung lagi ketika membaca paragraph selanjutnya: > > > > Roy memastikan bahwa foto tersebut bukan dari kamera HP, hal ini tampak > indikasi flash. "Kalau kamera HP indikasi flash-nya tidak nampak pada > pantulan kaca," kata Roy. Kemungkinan foto diambil dengan kamera manual > konvensional, karena tidak pakai seluloid, lalu hasilnya di-scan," imbuhnya. > > > Ini lagi yang kacau. Sekarang kamera hape yang baru udah ada flash-nya gitu > loh... > > > kesimpulan diambil dari kamera konvensional ... nah ??? > > Jadi yang Roy menjabarkan, secara teknis fotografi, foto-foto tersebut > memiliki kesamaan. Ukuran piksel: 600 x 450 dan resolusi: 72 dpi (dots per > inch). maksudnya apa? Kalau ada ukuran pixel dan dpi, maka ini hasil kamdig > atuh .... > > Ah semakin bingung saya... > > > Detik.com yang salah menafsirkan atau bung Roy yang salah ngomong? > > Ya dua - duanya emang agak keblinger akhir - akhir ini. Coba deh liat gaya > bahasa detik.com sekarang yang semakin mirip lampu merah (ya... ga se > ekstrim itu, tapi coba perhatikan). > > > > > -- > Oskar Syahbana > http://www.permagnus.com/ > http://blog.permagnus.com/
Yang saya bingungkan itu kenapa bisa dengan gampangnya itu foto-foto beredar di internet? Apa iya mereka mau bunuh diri dengan mempublikasikan hal semacam itu? Kan banyak yang ambil kesempatan jadi populer dengan mendompleng "busuk"-nya mereka? -- heart-shaped-box darussalam-banda aceh http://tintamerah.blogspot.com
