>
> Pernah nggak ngebayangin bahwa resistensinya bukan karena sikap 
> mental/judgement dari awal yang negatif. Tapi benar-benar resist karena nggak 
> feasible. Sebagai insight, dulu waktu mau mulai usaha IT sendiri di Jakarta, 
> semangatnya adalah 'masak gitu aja nggak bisa?'. Ternyata setelah jalan, 
> memang hal-hal yang kelihatan sepele di tempat  satu, ternyata menjadi 
> masalah di tempat lain. Its hard, meskipun doable.
>

Ya tentunya yang harus diajak yang
kualified,extra-motivated,berpengalaman dan tahu kalau SDM yang diajak
itu punya potensi.Kalau bisnis IT ya tergantung produk/service-nya
apa.Kan sudah tahu resiko bisnis IT: high risk zero return.

Memang banyak kegagalan karena resistance dari lingkungan,tapi ini
masalah dimana2 koq gak cuman di Indonesia saja,di amrik juga
begitu,makanya ini membuat sebagian dari kami (pakai kami lah daripada
kita) malah membuat resistance itu sebagai challenge.Jalan di tempuh
sebagian ya hijrah.

Akhirnya banyak temens2 yang cukup impresif,ada kawan yang jagoan
hacking BSD kernel dan pernah bekerja di ingkup asic-based firewall
platform/netscreen, bahkan ada kawan lain yang berhasil coding VoIP
sehingga bisa menghasilkan produk dan revenue streams di produk
developmentnya sendiri,bahkan VCs pun mau naro' duit ke kawan ini. (Ini
temen2nya Ivo nich)

Kalo bicara di Indonesia,kawans2 yang sangat impresif saya lihat ada di
[EMAIL PROTECTED] itu banyak banget kawans2 yg dua tahun sebelumnya "zero"
tapi karena belajar dan bekerja mati-matian (tentunya bekerja di tempat
yang benar) wah bisa dapatkan cisco expert yg extra-susah untuk pass,
ada yang dual lagi,dan usianya man... kurang dari 25 ! orang amerika
saja jarang yang bisa begini,dan mereka ada di Indonesia.


Carlos

Kirim email ke