On 11/23/2005 at 4:38 PM fade2blac wrote:
>Kemungkinan dulu gagal karena memang iklan di web nggak menaikkan
>penjualan sama sekali :-)

Nah, makanya targeted web advertising ini langsung meroket, karena efeknya jauh 
lebih terasa daripada iklan web generasi pertama.

Saya sendiri pernah membantu sebuah perusahaan untuk advertising di Google. 
Dampaknya bisa dibilang nyaris instan (kebetulan market mereka memang luar 
negeri), dan biayanya kecil sekali. Best bang for the buck.


>Saya sendiri ngeliat google memang the largest advertising company di
>Internet (pendapatannya hampir 80% dari iklan).
>Dan hampir semua so called 'web2.0' service, diberikan secara cuma-cuma
>dengan barter iklan. Sampai kapan ini bertahan? IMHO, kalau dari iklan
>doang, nggak 'lama'. Kecuali bermutasi dengan memperluas service berbayar.
>Just a thought dari penonton awam.
>
>Dulu pernah baca The Fall of Advertising and The Rise of PR - karya Al
>Ries, pakar iklan di US. Dia banyak menyoroti kegagalan advertising umum,
>wa bil khusus, advertising di web. Kebanyakan iklan sangat kreatif dan
>dapat penghargaan, tapi pada realitanya nggak menaikkan penjualan. Ad for
>Ad.

Bagian dari PR adalah advertising. Lalu, iklan yang desainnya ngawur memang 
cuma akan menghabiskan uang (dengan sangat cepat :)
Tapi iklan yang bagus dampaknya akan sangat terasa, dan bisa menaikkan produk 
ybs dengan sangat cepat. Apalagi di Indonesia, yang masih "free for all", tidak 
ada batasan kode etik sama sekali untuk iklan :) segala macam lewat deh, hehe.

Jadi mungkin untuk kasus2 tertentu memang buku tsb benar, tapi tidak untuk 
kasus2 lainnya.


Salam,
Harry

Kirim email ke