Ilya Alexander S wrote: > On Wed, 30 Nov 2005, Muhamad Carlos Patriawan wrote: > > ..cut.. > > Sebenarnya sich teknis billing-rate begini tergantung pershnya > > juga,kalo consulting firm gede (misanya infosys,wipro,cap gemini,etc) > > biasanya mereka dapat orderan projek long term yang kemudian > > diperkirakan berapa value dollar per hournya,biasanya ratenya tinggi > > tapi employee gak dapat apa apa :( > > kan employee udah dapet monthly sallary + benefit dlsb :)
Nah itu dia. Skrg dari point-of-view employee ya. Misalnya ada projek nich,kita kebetulan arsitekturnya,persh konsulting kita ngecharge client misalnya USD 150/hour sementara salary+benefit yang diperoleh employee USD 25/hour. Ini terasa banget untuk kerjaan very-high-end seperti software-engineering embedded atau architect. Makanya saya lihat ada kecenderungan sekarang untuk engineer2 high-end,mereka milih jadi individual contractor/consultant atau setup consulting firm kecil baru yang nanti sistemnya terima project based on persentase dari billing rate. Solusi yang dilakukan consulting firm agar senior personnya tidak cabut,mereka berikan bonus (persentase dari projek) + options on top of salary. Anyway gua denger2 attrition rate di Infosys,Wipro,etc itu tinggi sekali lho (kalau saya tidak salah ini ada di financial reportnya mereka), masalahnya ya ini. > > Ada juga smaller player yang lebih bermain di individual project,jadi > > misalnya bill ratenya 50 usd/hour,nanti dibagi berapa persen buat > > company,berapa persen buat employee yg mengerjakan proyek. > > banyak model memang, tinggal 'choose your poison' > Nah di forum ini kita berikan "pendidikan"nya buat mereka yang gak tahu. Saya beberapa kali ketemu consulting firm di Yurep(entah kecil entah besar) yang beri offer ke orang Indonesia,kalau di Indonesia standard ya jelas besar-lah,tapi kalau dihitung dari profit marginnya si consulting firm wah gak ada apa-apanya,mereka pintar memanfaatkan situasi :) Masalah hiring juga,beberapa persh SIngapore (saya tahu personally) seneng kalo hire orang Indoneisa yang expert,karena posisinya lemah pas bargaining-position dan kandidatnya tidak tahu playing fieldnya. Carlos
