boy avianto wrote: > On 07/12/05, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Halo para pembaca buku . > > > ada engga yg menjelaskan gimana cara bikin "lahan subur" buat para > > > kreatif bisa > > > ngumpul ? > > > soalnya kalo para tanaman yg mencari lahan subur saja, tempat yg kering > > > model > > > "gurun pasir" bakal banyak ditinggalin dong :-) > > > > Sepakat 98 persen. > > > > Btw ini **bukan** jawaban saya yah, > > tapi penemuan Mas Heinen di Flight Capital atas apa yang dilakukan > > pemerintah China biar China tidak jadi gurun pasir: > > Jadi agak tabrakan ya antara 'ketergantungan' pada kebijaksanaan > pemerintah dengan keinginan 'mandiri' tanpa bantuan pemerintah... > > Jadi lucu sendiri, di satu pihak ingin rasanya menciptakan oase di > tengah gurun pasir ini tapi di lain pihak, di tempat lain ada lahan > subur yang menunggu untuk digarap.
Dulu ada thread di milis BHTV,Pak Armien kalau gak salah yang punya ide "Negara dalam Negara". Polanya dibikin industri hitek yang dinamis dan "mandiri" tanpa perlu diatur negara, akan tetapi negara harus menyediakan insentif (dalam hal tax break,deregulasi,kemudahan import,etc) agar para creative-class pulang kampung dan menanamkan modalnya(capital) di tanah air. Carlos
