Pada tanggal 12/21/05, Mohammad DAMT <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Pada hari Rabu, tanggal 21/12/2005 pukul 17:22 +0900, konsultan IT
menulis:
> Karena pembicarannya sudah terlihat tidak kondusif, apakah tidak
> sebaiknya kalau topik ini
> dihentikan saja. Pada intinya saya rasa kita setuju untuk tidak sampai
> seperti itu.
Setuju, hentikan saja, tidak produktif kalau cuma omong2 masalah ini
saja. Lebih baik membicarakan hal lain yang lebih menarik daripada
membicarakan asinan dan sejenisnya.
> Saya minta izin anonimous.
Saya kira ini perlu dihormati.
*Berusaha mengalihkan topik*
Proyek OPLC (http://en.wikipedia.org/wiki/OLPC ) sekarang
sedang membahas kemungkinan disertakannya dukungan untuk pengguna dengan
kemampuan fisik terbatas. Salah satu di antaranya adalah kemungkinan
adanya program pembaca layar. Sayang sekali, solusi pembaca layar yang
berbahasa Indonesia belum ada (?) yang GPL dan sekawan.
Ada informasi tentang hal ini? Atau ada yang ingin langsung bergerak?
(Ayolah ini kesempatan untuk berkontribusi)
Pembaca layar ini apakah maksudnya semacam TTS (Teks tu spich)? kalau iya, dosen elektro pak Ari Ahmad arman sudah mengembangkannya. Dan beberapa bulan yang lalu salah satu produknya sudah disumbangkan ke mitranetra Jakarta.
[oot + curhat]
Benar-benar takjub ketika berkunjung ke mitranetra. "Heri mau pakai komputer? kalau mau pakai ini saja", terus dia hidupkan monitor komputer, melepas headphone, dan meninggalkan meja komputer. Pas monitor sudah hidup, tampak di layar kalau ternyata beliau sedang chatting dengan YM dan sedang membalas email dari jepang via outlook.
situsnya http://www.mitranetra.or.id/
