Saya rasa jika sudah berjalan dan kegiatan ini membuahkan sesuatu yang positif, saya rasa kampus lama kelamaan akan mendukung. Misalkan saja di universitas X ada komunitas B dan melakukan penelitian C (anggap ini hal yang positif), dan itu diketahui khalayak ramai, mungkin orang2 akan berlomba-lomba masuk kampus tersebut karena komunitasnya mendukung dirinya untuk berkembang (selain materi kuliah). Lulusannya sendiri mungkin akan lebih mudah diserap pasar kan.


On 12/22/05, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

On 12/22/05, alex <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
...
>  Tapi sayang, dari pengalaman kampus saya sendiri, FMIPA - Unsyiah, kegiatan
> mahasiswa semacam ini baru akan didukung oleh kampus jika "ada
> timbal-balik-nya".


Mengapa perlu dukungan kampus? Jalan sendiri saja.
Memangnya butuh apa dari kampus? Paling tempat kumpul2 saja kan?

> Kebanyakan mahasuswa yang terlibat dalam kegiatan OpenSource benar-benar
> harus mandiri.

Lho. Di luar negeri juga mandiri kok.
Waktu saya mainan BBS, perl, dan seterusnya di Kanada, semuanya
juga dikerjakan sendiri (atas waktu sendiri, duit sendiri, ...)


-- budi

Kirim email ke