Budi Rahardjo wrote:
> On 12/25/05, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ...
> > rekayasa genetika adalah jargon payung. kalau itu diarahkan ke bidang
> > kesehatan, nah .. jelas aneh. kenapa?
> ...
>
> pak adi. saya lencengkan sedikit topiknya ya?
> ke biotech ...
>
> saya tadinya tidak mengerti apa sih bisnis biotech itu
> dan merasa yakin bahwa dia tidak punya prospek bisnisnya
> di indonesia. akhirnya ketemu pak iskandar alisyahbana.
> setelah dia cerita, baru ngeh. ooo... iya ya.

Terlepas dari masalah non-teknis,apakah ada diantara Bapak-bapak yang
mempunyai pengetahuan sebagai berikut untuk teknologi biotek yang small
scale (tarohlah yang sederhana dulu)  ?   jadi kita bisa sama2 paling
tidak menambah pengetahuan:


berapa banyak SDM yang diperlukan ?
kualitasnya SDMnya seperti apa dan harus berapa expert ?
metodolognya seperti apa ?
management teknis biotek company seperti apa ?
tools2 yang mesti dipunyai seperti apa?
apakah ada open-source tools yang bisa dijadikan tools ?
Berapa estimasi biayanya ?
Berapa kira lama2 antara investasi awal sampai dengan drug approval dan
menghasilkan income ?

Kemaren iseng2 ngomong dengan kawan di Gen**tech,katanya kalau
concernya adalah  'duit',lebih baik jangan bikin biotek company(persh
R&D bikin obat dari awal),tapi mending ikutan bikin contract
manufacturingnya saja, tentu saja karena saya ndak tahu apa-apa
dibidang ini,saya mangguk2 saja,cuiman kalau ada komentar silahkan.


Carlos

Kirim email ke