> Bisa dimaklumi :)

Perlu bantuan teknis Bang Alex kelihatannya nich :-)

> Saya sendiri mengatakan bahwa belum pernah mendengar namanya bukan berarti
> tidak kredibel. Lha... saya sendiri kerja sama yang bukan orang aceh, kok.
> Campur-campur suku bangsa, agama dan negara. That's not a big problem.

ooo salah nangkep ya,sorry2 ,saya gak bahas ttg 'nama'nya disitu,justru
menjawab pertanyaan sisanya he he he ....Justru kalau ditanya kenapa
gak ada namanya ? karena memang sengaja gak mau punya nama :)

> Ada hal kenapa panti asuhan yang dibuat dan bukan yang lain,tapi nanti
> > saja japri.
> Bagus. Selama ini juga penanggulangan lebih fokus pada orang-orang dewasa
> yang seharusnya sudah mulai bisa mandiri namun terus disuapi dengan bantuan,
> (Maaf... saya kurang bisa menerima yang begini :( ).
>
> Dan anak-anak yatim? Hanya sesekali dilirik. :) Ironis...
>

Terimakasih sudah dijawab sendiri :-) memang ada 'very strong
reasoning' di ajaran dari Atas kenapa setelah bencana,seharusnya
anak-anak dan wanita yang mestinya disantuni dulu.Ini ada hubunganya
kalau anak2 itu nanti tumbuh dan menjadi mature/dewasa.

Carlos

Kirim email ke