Budi Rahardjo wrote:
> On 12/30/05, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Mungkin Pak Budi bisa cerita lanjut mengenai skenario b) dimana ada R&D
> > yang tidak membuat produk ? siapa pemiliknya ? tujuanya ? sektor ?
> > pendanaan ? contoh realnya ? hasil outputnya selama ini ?
>
> Saya ambil contoh:
> - Ada yang didanai oleh pemerintah. Contoh PAUME :) ha ha ha,
>   MIMOS (di Malaysia), IMEC (di Belgia), Minitel (Perancis),
>   saya tidak tahu apakah Eykman institut termasuk yang didanai
>   oleh pemerintah atau swasta.
>   Contoh lain: pusat2 penelitian di perguruan tinggi. Ada banyak
>   dan di seluruh dunia!
>   bagaimana dengan pusat penelitian ekonomi? hi hi hi.
>
> Hasil R&D kadang2 juga tidak langsung bisa dipakai untuk menjadi
> sebuah produk, akan tetapi harus digabung dengan paten lain.

I see,yang ini maksudnya toch.Beda Mazhab :-))

Maklum pada  bentuk implementasi yang dijual berupa produk atau servis
ke market, hasil R&D yang sering atau *umum*nya dipakai adalah hasil
internal R&D perusahaan hitek (bukan hasil riset R&D di PT/pemth) yang
tidak mesti  paten sebagai outputnya (skenario a).

Masalah paten kebanyakan persh hitek memang sebenarnya tidak peduli
dengan paten,terus coding dan develop produk sampai tiba2 di-sue
perushaan lain :-))

Pertanyaan lanjutan :

1. Pak Budi ada contoh case study untuk hasil R&D PT/pemerintah
(khususnya PT/pemth di Asia Tenggara) yang kemudian menjadi produk
langsung ( atau  menjadi produk setelah digabung dengan paten lain)  ?

2. Sorry kalau terlalu global,yang mana yang Lebih dibutuhkan untuk
sebuah developing country dalam sektor hitek ? (Internal R&D di persh
hitek atau R&D PT/pemth)

3. Apakah ada contoh patent yang ditemukan R&D PT/pemth dan "clash"
dengan patent atau produk yang dikembangkan persh hitek ?

Carlos

Kirim email ke