adi wrote: > On Sun, Jan 01, 2006 at 04:45:31PM -0000, Muhamad Carlos Patriawan wrote: > > Beda pendapat ala demokrasy aah :) Ya dukungan saja gak bisa pak > .... > > With All Due Respect The Greatest Sir Adi :-) > > Menyalahkan tidak ada dukungan boleh dibilang 'ngeles' .. hehehe ini > > cuman satu faktor kecil saja. > .... > > sebenarnya sudah jelas, untuk menghadapi masalah paten, memang harus ada > yang 'berhadapan' secara langsung. misalnya, bukan soal paten, GNU, yang > mengurusi secara langsung soal lisensi bebas (GPL) dan copyleft. atau > http://www.patent-commons.org yang didalangi oleh osdl.org (IBM ada > dibelakang OSDL kayaknya hi..hi..).
Hmm,mungkin kita bicara dalam dua konteks yang berbeda,ini lagi-lagi salah saya karena tidak mendefinisikan dulu ;-) 1. Maksud 'patent di China' tersebut sebenarnya adalah bagaimana sebuah negara dapat meng-ignore semua hal-hal "kunci" yang digunakan negara barat seperti HAKI,patent,copyright,trade-secret dan piracy dalam development (termasuk hitek) negaranya. Biasanya,point yang digunakan persh/negara Barat agar tidak melakukan investasi disuatu negara yahal-hal seperti diatas,tapi ini ternyata TIDAK terjadi di China karena secara de fakto almost(?) NOBODY (may not be able) can beat China (in term of manufacturing/production/development). Jadi saya melihat dari konteks negara.Lagi-lagi saya bisa katakan China bisa begitu karena kemampuan teknis/non-teknis (baca: politik dan ekonomi) mereka sudah hampir setara dengan negara Barat. Saya sendiri gak tahu bagaimana tanggapan China terhadap GPL dan kawan2nya :) 2. Dalam konteks yang digunakan Mas Adi, mungkin lebih strict melihat masalah patent ini dari konteks software vs software. > > tapi, tetap saja, dari 'tone' pernyataan anda, anda tetap bermaksud > 'melawan paten dengan paten', maksudnya, tidak menghilangkan paten tsb. > secara penuh. Hehehe,salah duga,karena kita bicara di dua konteks yang berbeda,saya khususnya menggunakan konteks yang lebih luas bagaimana mengalahkan paten :-) Saya tidak pernah bilang "melawan paten dengan paten", tapi justru "melawan politik ekonomi/paten dengan kemampuan pengembangan", karena contohnya di China bisa menginjak2 paten negara Barat (tanpa bersusah-payah) karena mereka mempunyai kemampuan teknis (politik dan ekonomi) yang bersaing dengan Barat. Coba saya ulas lebih jauh lagi ya..................... Kalau kita pikir lagi lebih jauh(mungkin agak extreme),masalah paten ini kan ebenarnya sebagian peninggalan cara2 politis ekonomi negara/persh Barat (ex-penjajah) bagaimana agar kemampuan teknis/teknologi mereka(yg tadinya hanya dimiliki mereka sejak 1460) terus berada (keep within) di mereka(negara/persh) sendiri dan menciptakan ketergantungan dari negara lain(baca: khususnya developing country) terhadap mereka dengan income melalui royalty-based revenue sebagai instrumennya. Nah,cara yang dipakai China dan India khususnya adalah dengan mengirim engineernya sejak 30 tahun yang lalu untuk mencuri/menguasai ipteknya sehingga *saat ini* mereka sudah berhasil untuk bersaing head-to-head sedemikian rupa dengan persh/negara Barat. Output dari segala macam perkembangan dan pendekatan itu menghasilkan "new equilibrium" baru di abad 21 dimana: "penguasaan iptek (termasuk ilmu untuk mengembangkan dan memproduksinya) tidak hanya dimiliki oleh sebagian besar negara Barat tapi juga dimiliki oleh negara yang tadinya developing country" Negara2 ex-developing country ini tiba-tiba mempunyai *bargaining position* baru secara politik ekonomi dimana negara Barat tiba-tiba **tergantung** dengan mereka. Hal ini secara tidak langsung digunakan China untuk menginjak jargon2 seperti Paten/HAKI/copyright dan memberikan tekanan baru kepada negara Barat (bukan sebaliknya) untuk re-pricing harga sebuah teknologi tinggi (termasuk software dan lisensi). > soal dukungan yang saya maksud, itu bukan ngeles, tapi itu yang bisa > secara signifikan kita lakukan *sekarang*, tidak perlu menunggu > nanti-nanti. karena, sebenarnya sudah ada movements yang menentang > keberadaan paten. kalau perlu kita mendukung pemerintah untuk > mengeluarkan kebijakan tidak mengakui sindikat paten international. > tidak perlu keahlian/keterampilan sampai level tertentu hanya untuk > memberikan dukungan, tidak perlu punya keahlian mengembangkan software > untuk menggunakan perangkat lunak bebas. Yep sepakat 100% saja Pak. Cuman mengingatkan dibelakang sebuah decision lihat selalu nilai strategisnya di belakangnya(buat yang meminta dan yang diminta),kita lihat apakah kita punya bargaining position tinggi dan apa skenarionya nanti jika dukungan diberikan atau dikabulkan ? Gak usah pake contoh Indonesialah,taroh misalnya Argentina minta "hapuskan Paten" ke US khususnya kepada persh2 software, nah orang persh software di US mikir balik "emang kamu bisa apa jadi kami harus dengerin kamu",sebaliknya jika China+INdia yang berada di belakangnya,nah baru persh2 US ini tidak bisa berkutik. Maksud saya untuk melakukan dukungan atau tekanan kita hitung mantap2 secara strategy.Kalau kita tidak "kuat" jalan sendirian,gunakan aliansi dengan negara atau tempat lain yg bargaining positionya tinggi. Carlos
