Ryo Saeba wrote: > On 1/4/06, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Anehnya di Indonesia (lagi-lagi) problemnya mirip-mirip dengan problem > > di Jerman dan AS padahal situasi ekonominya beda jauh ;-) > > terlalu banyak lulusan "IT" di indonesia yang "buta" terhadap > teknologi informasi di dunia nyata / dunia bisnis. kalau mau melihat > situasinya secara langsung, gabung saja ke milis itcenter dan > it-center di yahoogroups.
Saya sebenarnya sudah lama berpendapat demikian.Berdasarkan analisa,pengalaman dan "deep thought" sekian lama saya ketemu beberapa penyebabnya.Yang jelas ini bukan salah mereka(para lulusan tsb) tapi salah langkah 5 dekade arah pembangunan.Para lulusan tersebut sebenarnya hanya korban dari situasi yang ada. Salah duanya adalah pemerintah negeri ini tidak pernah menjadikan sektor IT sebagai salah satu sektor utama untuk pemasukan negara (alias selalu mengejar SDA) atau bahkan punya political will untuk memajukannya ; dan kedua,negeri yang 80% ekonominya dikuasai bisnis konglomerat ini,para konglomeratnya hanya menggunakan IT/hitek sebagai penunjang/pelengkap bisnisnya saja. Terbukti jarang sekali ada persh IT lokal (pengembang,consulting atau integrator) di Indonesia yg independen/bukan dari group konglomerat dan/atau mempunyai kualitas top di wilayah Asia Tenggara.. Carlos
