Dari sudut pandang lain,saya bingung sebenarnya jika dikatakan ada masalah dengan mahasiswa,parameternya apa ? apakah karena melihat kilasan kejadian di ruang kampus atau outputnya nanti setelah lulus, berilmu dan kemudian bekerja dan bermanfaat untuk orang lain ?
Mungkin pandangan saya terlalu sempit, sekitar 8 tahun lalu persisnya,saya di Jakarta membangun "team" saya yang hampir semuanya bekas anak didiknya Pak Samik (fasilkum ui),terus terang saya gak pernah melihat "something wrong" meskipun setelah saya bandingkan dengan lulusan-lulusan India yang sering saya interview disini.Setelah satu dekade saya malah impressed dengan apa yang mereka kerjakan sekarang,untuk ukuran "dunia" sudah cukup membanggakan sebenarnya. Singkatnya,team yg saya bangun di Indonesia dulu secara teknis kualitasnya boleh dibilang sama dengan kualitas team saya (yang sebagian saya develop juga) di persh hitek di silicon valley. Mungkin bedanya,mentalnya saja yang lulusan India sedikit lebih tahan baja :-) Sebetulnya,permasalahan nyata yang saya lihat adalah "Tidak ada industrinya buat orang2 pinter lulusan universitas komputer ini di Indonesia sehingga potensinya tidak bisa 100% tergali" alias harus brain-drain agar potensinya bisa tergali. Tapi,itu kan kisah jaman dulu ... he he he :-) sekarang bapak2 yg di milis ini yang lebih tahu kondisi sekarang. Carlos
