On Sat, Jan 07, 2006 at 05:41:21AM +0900, Anto Satriyo Nugroho wrote:
> Satu hal yang disepakati bersama adalah saat membaca journal, jangan
> terlalu percaya pada isinya. Kalau pada data/hasil eksperimen,
> barangkali bolehlah kita percaya 70%, tapi kalau terhadap diskusinya
> tidak perlu lebih dari 50%. Magic number ini sekedar ilustrasi saja.
> Hal itu dikarenakan diterimanya paper dalam suatu journal sangat
> bergantung pada kepiawaian penulis-nya dalam mengemas ide.

karena editor/redaksi kurang memahami bidang yang ditulis :-) makanya
untuk AKM (analisis kritis makalah), kegiatan paling penting justru
kegiatan di luar tatap muka (kuliah) atau pun diskusi/seminar.
bagaimana mungkin bisa memahami reasoning kalau tidak paham teorinya,
bagaimana 'mencela' metode yang digunakan kalau tidak tahu soal
metodologi penelitian spt itu dst..dst.. singkat kata, guru saya bilang,
AKM adalah cari-cari kesalahan. jadi, sebenarnya latihan AKM
ini secara alami memang harus pelan-pelan, yang penting ngerti dulu,
baru dilatih melakukan dengan cepat. sebenarnya, kalau sudah dilakukan
bbrp kali, orang akan punya 'refleks' sehingga mampu melakukan dengan
cepat. seperti dulu ada seorang shinpei kyokushinkai yang rajin menegur
muridnya kalau memukul dengan sepenuh tenaga, dia bilang: yang penting
tekniknya benar dulu! baru dikasih tenaga sedikit-demi-sedikit.

saya jadi ingat dulu ada seseorang yang kebingungan mencari-cari saya
(dulu hidup seperti kalong) karena ada satu pertanyaan yang tidak bisa
dijawab untuk mempertahankan disertasi, waktu itu memang saya yang
membantu dalam hal analisis data (structural eq modelling). setelah
ketemu, saya jadi bingung sendiri karena ternyata pertanyaannya yang
keliru (pertanyaan yang salah kalau dijawab pasti salah :-) saya bilang,
wah ini profesornya ndagel (ngelawak), jangan-jangan dikerjain :-) dia
bilang: tidak, saya sudah jelaskan seperti yang mas omongkan (soal
goodness-of-fit test), tapi pembimbing ngeyel. ya sudah, jangan dijawab,
bilang saja kalau pertanyaannya keliru.

bisa juga krn sentimen :-) barangkali masih ada yang ingat soal
"student's t-test", waktu itu di satu majalah statistika, eyang fisher
yang jadi editornya, berhubung gosset stlh bbrp kali submit artikel
ditolak (gosset ini asuhan musuh dan mantan sahabat (!) fisher, karl
pearson).  akhirnya, untuk men-submit artikel mengenai distribusi t tsb,
gosset menggunakan pseudonim 'student'. dan artikelnya muncul :-)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Kirim email ke