On 10/01/06, Ary Setijadi Prihatmanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kecuali yang solar cell,
semuanya ngisinya pake listrik dari PLT Diesel atau Batubara 1000km jauhnya.
"Ramah lingkungan sekitar" memang, tapi bencana di lingkungan orang lain....
he he he he he he....

Setidaknya polusi bisa dilokalisasi (lokalisasi memang cenderung untuk hal
yang negatif yach), dan lebih bisa ditangani; sebelum ada alternatif yang
lain.

Di US, pabrik listrik (semisal PLTD, bukan PLTA atau PLTN) mengurangi polusi
dengan cara apa sih? Asapnya disimpan kembali dan ditanam di dalam tanah?

Di Indonesia, solar cell masih mahal. Bisa bikin "bencana di lingkungan orang
lain" dulu untuk memenuhi kebutuhan solar cell suatu rumah besar atau sebuah
perusahaan :).

--
Kuncoro Wastuwibowo
http://kun.co.ro/

Kirim email ke