Budi Rahardjo wrote: > Mengenai Stanford University, ini yang saya ketahui > (dari membaca buku sejarah Silicon Valley, ketemu dengan alumninya, > dan mengunjunginya.) > > > Visi dari Stanford University memang sudah jelas seperti itu, > dekat dengan industri dan applicable. Itu tercermin jelas. > Lihat saja lulusannya (atau drop outnya, ha ha ha).
Pak Budi mau nanya,ada gak sich universitas lain di luar AS yang berhasil meniru model stanford university ? kalo silicon valley kan sudah bisa ditiru. > > Siapa bapak/pendiri dari Silicon Valley? > Prof. Fred Terman, yaitu Dean (dekan) dari Stanford University :) > Mahasiswanya? Hewlett & Packard ;-) > > Orang Indonesia yang lulusan Stanford University? > Ada banyak, salah satunya: Prof Samaun Samadikun, > yang notabene adalah guru saya dan pencetus BHTV. > (Kawan-kawan pak Samaun banyak yang menjadi entrepreneur. > Beliau share paten dengan pendiri Cypres; TJ. > Pernah ambil kuliah ke Shockley, penemu transistor, dll.) Benar sekali.Btw,Pak Samaun angkatan tahun berapa Pak Budi ? Terus apakah ada orang indonesia ex-stanford yang pernah dan sukses bikin persh hitek di AS atau indonesia sendiri ? > Muridnya pak Samaun? > Pak Armein Langi, saya, dsb. ;-) Skrg di stanford univ. orang indonesianya juga gak banyak lagi,mungkin hanya belasan,seperti biasa diisi oleh india,china dan pakistan. > BTW, pak Armein Langi sempat sabatical di Stanford University > beberapa bulan. Pada waktu itulah saya main-main ke Stanford Kesempatan itu saya ketemu Pak Armien... he he ..koq kebetulan ya... > untuk beberapa hari (dan juga mengunjungi berbagai perusahaan > di berbagai "suburb" di daerah itu, he he he). > (Seperti halnya pak Iskandar Alisyahbana yang sering main > ke tempat pak Samaun waktu pak Samaun masih sekolah di sana. > Pak Iskandar Alisyahbana ini entrepreneur tulen! > Waktu itu beliau sekolahnya di Jerman(?).) > > > Kalau dilihat dari cerita ini banyak yang mirip ya? > conincidence? Kebetulan? ;-) > > > Memang ada "hawa yang beda" dengan Stanford University. > Begitu masuk ke kampusnya, suasananya sudah lain: kreatif! > Orang yang pernah mampir Stanford pun (kayak saya) > kena virus Stanford ini. :) > Nah, sekarang anda tahu mengapa saya seperti ini :) > [EMAIL PROTECTED] you Stanford :) Lebih tepatnya silicon valley dengan stanford sebagai tempat dimana enterpreneur pertama kali dikembangkan ;-) Tapi saya masih penasaran dengan isinya stanford pak,apa sich bedanya kalau dari kurikulum,tugas,etc ? > > > Pengamatan saya yang lain mengenai Stanford University: > > - link antar alumni *sangat erat* > (lihat saja di presentasi Larry Page - founder Google - > kemarin di CES, dimana dia menampilkan Stanley, > mobil pemenang kontes DARPA karena ... > mereka dari Stanford.) > Saya lihat pak Samaun pun masih kirim2an email dengan > kawan-kawannya/alumni stanford. Hihihi ... alumni stanford ini ada milisnya dan sering forwarding jobs opportunity, dulu saya sering dapat dan forward ke milis tapi no respond :) > > - sebetulnya dari segi techie-nya, Stanford ini masih kalah > dengan Berkeley. Tapi mungkin karena Berkeley lebih banyak > hippiesnya, jadi lebih banyak Stanford yang muncul. > Dengan kata lain, Stanford itu lebih bagus orang bisnis > (termasuk techie yang bernuansa bisnis), sementara > Berkeley lebih banyak techie (akademik). > Mengenai soal hippies ini, masih ada sisa-sisanya di sina. > Lihat saja masih ada VW combi (yang mungkin dulu > dipakai untuk ngeganja. ha ha ha.) > No! I am not joking! Silahkan pelajari sejarah Silicon Valley. > Aspek hippies ini sangat kental: SHARING! Sebenarnya,sharing ini turunan dari sifat : OPENNESS atau sifat keterbukaan. Yaitu keterbukaan menerima Ide,Bisnis,opportunity,pengalaman,dst. Saya lihat kenapa bangalore di India juga yang maju,ternyata sama: OPEN (termasuk open di society,dimana marriage antar kasta yg berbeda is "generally accepted" di state karnataka),tapi bukan berarti "open" yang negatif ya. Jadi sharing dan open ini memang luas maknanya. > - Mereka (baik mahasiswa / lulusan Stanford / Berkeley) > manusia biasa. Banyak juga yang geblek/dodol. > Ada seorang sobat saya yang kerja di Intel (cukup tinggi > jabatannya) yang berkali-kali membujuk saya untuk kerja > di sana (waktu dia masih di sana). Dia sebel dengan bawahannya > (lulusan Stanford dan Berkeley) yang kerjanya ngawur. > Tentu saja hidung saya kembang kempis (bangga) dianggap > begitu oleh kawan saya yang notabene ada di industri sono. Saya gak heran kalo ngeliat ex stanford atau ex berkely bego,itu bukan jaminan...he he .... dulu saya (sebelum ke valley) mungkin impressed melihat steve jobs,lulusan stanford,rfc writer,etc. Tapi skrg gak lagi, skrg cuman impressed dengan sebagain developer India lulusan IIT dan ..... SBY :) SBY Rocks ! Carlos
