Ariya Hidayat wrote: > > Pointnya adalah memberikan nilai eksklusiftas dan > > kebanggaan bagi orang-orang yang telah melakukan commit .. biar lebih > > semangat lagi unutk menulis kode :) > > Yang ini sempat tidak begitu disukai di KDE, karena jumlah commit > tidak selalu (kadang sih iya) sebanding dengan kualitasnya. Contohnya, > saya bisa ganti indentasi banyak berkas sesuai dengan gaya pemrograman > (coding style) yang disepakati. Hasilnya memang commits banyak, tapi > tidak mencerminkan kebanggaan apapun. Sementara ada developer lain > yang commit satu superfitur yang sekaligus juga memperbaiki ratusan > bug, walaupun satu commit ini bisa berharga sekali.
Betul. Kalau vendor lebih sering pake istilah "check-in" code daripada "commit". Di vendor,ada aturan sangat ketat untuk "check-in code" ; Untuk checkin di stable release, gak boleh sembarangan ; harus LULUS Peer code review dulu. Habis itu dilihat lagi,apakah codenya bener2 perlu atau tidak. Kalau masalah kuantiti chekin mah gak sama dengan kualitas , justru sering terjadi sebaliknya. PS: Biasanya dev. yang punya commits tinggi adalah dev. yang punya bug assigned to him/her yang paling banyak juga... he he he :)) Carlos
