On 1/16/2006 at 11:57 PM Muhamad Carlos Patriawan wrote: >> saya gak masuk, saya bilang diskusinya tentang ini udah kepanjangan, stop it >trims,saya setuju.. >tapi saya minta juga *please* ... kita (yg di milis ini) ini orang >*tech ; paling tidak, tidak usahlah berkomentar kalau "kita" ini cuman >bisa bikin panci saja.
Ya, saya pikir, kalaupun tidak tahu bagaimana merealisasikannya, jangan langsung jadi pesimis :-) Positive thinking aja, sambil kita mengusahakan apa yang bisa kita lakukan sendiri. Syukur-syukur kalau bisa beramai-ramai toh. Contoh; ini proyek saya pribadi: kemarin ini saya ketemu dengan seorang developer. Dia sudah punya 2 produk, tapi penjualannya seret banget di Jakarta. Saya sampai sedih ngeliatnya, dulu dia punya mobil, sekarang tinggal motor. Untuk biaya hidup sehari-hari kadang dia juga terpaksa nombok. Nah, jadi saya kasih tahu, produk kamu itu saya rasa punya kans bagus untuk laku di luar negeri. Dia langsung tertarik. Saya beberkan, strateginya begini dan begitu. Terjemahkan produknya, marketing via adsense dg strategi yang jitu, lalu pricing juga harus tepat, dst. Dia makin tertarik. Tapi, ada satu masalah - selagi dia mengerjakan ini semua, keluarganya mau makan apa? karena selama ini cara marketing dia adalah datang langsung ke tempat2 yang mungkin bisa memanfaatkan produk dia. Kalau mengerjakan ini sebulan (estimasi kita), selama sebulan itu dia tidak mendapat pemasukan. Jadi rencananya, setelah proyek saya yang saat ini selesai, saya akan membayar dia development fee untuk sebulan. Selama sebulan dia bisa berkonsentrasi penuh untuk menterjemahkan produknya itu. Setelah itu, marketingnya diserahkan kepada saya. Kalau profit, maka dibagi 50-50. Mudah-mudahan ide ini mau dia terima, karena tidak ada resiko di sisi dia. Lagipula karena saya yang bilang yakin profitable, ya, walk the talk lah, he he. Moral #1 : Untuk kasus ini, saya lihat "finding the niche" itu cukup penting. Kalau ketemu niche yang tepat, kadang dengan modal minim pun kita bisa potensi mendapatkan return yang cukup besar. Di kasus ini, modalnya cukup development fee sebulan. Kalau gagal pun saya tidak terlalu banyak merugi. Nah, disini salah satu gunanya forum seperti ini - kita bisa brainstorming mengenai apa kira2 niche yang bisa / feasible untuk kita garap. Lalu, kalau sudah banyak yang ngerjain niche-niche seperti begini, tinggal tarik semuanya ke BHTV deh ;-) So, ya, saya kira si Aa Gym memang benar - 3M, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan yang ketiganya saya lupa :P he he Moral #2 : Perlu ada pemodal yang mau investasi di proyek2 high risk namun potensi return besar seperti ini (apa tuh istilahnya, angel investor ?). Saya lihat, investor2 yang saya temukan selama ini cenderung terlalu konservatif. Apalagi kalau bidang IT, pada enggak ngeh tuh. Kalau saja ada beberapa investor yang ngerti (atau mau berusaha mengerti) bidang IT ini, maka Indonesia bisa berharap untuk bisa menjadi raksasa IT berikutnya. Untuk kasus ini, kebetulan modalnya enggak terlalu besar, jadi saya pun bisa jadi "angel", he he Udah, itu dulu deh. Salam, Harry
