> yang beri signal siapa untuk backport ? AFAICS backport selalu "sangat dianjurkan" oleh si rilis koordinator (setidak-tidaknya, sampai orang yang sekarang). Tinggal bergantung si developer yang membuat patch saja apakah dia mau membackport atau diam saja.
> Nah itu DIA permasalahan yang vendor hadapi dan sangat ribet > managingnya :-) Bisa kebayang. > belum lagi waktu di kompile kan ada fitur yang harus disertakan,beda > platform beda masalah (ada device pake ppc ada intel based > contohnya)...terus ada fitur yang tidak disertakan.Akhirnya sebagian > vendor punya kebijakan, kalau ada major release baru,jangan disuruh > customer untuk upgrade ke build tersebut,kecuali "they really have > to".. Dependensi platform ini juga kerja rodi. Ilustrasi yang sering terjadi, mayoritas developer KDE pakai Linux, jadi kadang-kadang ada bagian yang bermasalah dicompile di BSD, AIX atau Solaris. Kalau compile-time masih untung (cepat dicari di mana), kalau run-time lebih puyeng lagi. > Terus terang kalau masalah ini saya tertarik sekali dan dari hasil > diskusi dengan sw lead, saya berikan kepada mereka agar bagian devtest > dan bagian dev. menuliskan sebuah 'paragraph' tentang kualitas modul > yang ditulisnya , kedua dev/dev.test memberikan rating kepada > modulnya,termasuk kemungkinan loophole nya ada dimana,yang untested > yang mana,yang low quality dalam kondisi apa ? yang menyebabkan race > condition di hal yang mana. -- http://www.google.com/search?q=ariya+hidayat&btnI
