On 2/12/2006 at 8:13 PM David Sudjiman wrote:
>baskara wrote:
>> Di Jepang juga kesannya sama. :-)
>> Tapi, memang susah mengatur rasa masakan Indonesia. Kalau memakai rasa
>> aslinya, terlalu pedas. Itu komentar teman lab saya yang transit di
>> Jakarta saat liburan tahun baru lalu.
>> Katanya, "Terlalu pedas, tapi Fanta-nya lebih enak daripada yang di
>Jepang." :))

Bwahaha.. ini benar :) ternyata pada beda2 rasa. Sprite di Inggris enggak enak, 
kecut banget. Dan tidak ada fanta merah & grape  :)  adanya fanta yang kecut2  
:P
Pas ke resto Arab dan ketemu fanta merah dari Arab, senangnya bukan main dan 
ngeborong, sampai yang punya restoran nyengir (ini orang ngeborong fanta kayak 
sudah seminggu nyasar di padang pasir).

Lalu kita nanya, "do we have to return the bottles?"; dia bengong. Hehe, 
ternyata enggak usah, dan di Indonesia juga sudah tidak begitu lagi  :-)

Tapi mungkin juga lidah kita yang aneh / wired differently; jadi ingat pas 
kedua kalinya ditawari kopi oleh teman di kantor, "how much sugar?" - "four 
please" - "Huh ???" (yang lain pada satu/dua, atau tidak sama sekali :-)
Tapi kopi tanpa gula, euhhh...

Dan sambel restoran Asia lainnya aneh, kok pada kecut ya. Akhirnya kita lebih 
senang delivery dan makan pakai sambel kita sendiri. Pada gila cuka, saban beli 
french fries saja selalu ditanya "salt & vinegar?" (yuck), "no thanks, 
mayonnaise please". Sampai dia jadi hapal dan enggak nanya lagi, he he.

Kita memang bangsa yang manis  :-)


Salam,
Harry

Kirim email ke