On 2/14/06, baskara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > On 2/14/06, Ryo Saeba <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > tapi balik lagi ke wiki, tidak ada pernyataan yang menyatakan korelasi > > langsung maupun tidak langsung antara dry eye dengan membaca via > > monitor. yang lebih masuk akal seperti kelelahan mata, dan itu akan > > terjadi baik baca dari kertas maupun dari monitor. > > Di artikel wikipedia itu memang tidak ada relasi yang menyatakan bahwa > dry eye disebabkan oleh monitor. Yang ingin saya tunjukkan di > wikipedia itu hanya definisi dry eye. Yang mengatakan relasi antara > dry eye dan monitor adalah dokter mata saya, dan sebuah buklet > (berbahasa jepang) tentang dry eye yang saya ambil di sebuah klinik > mata di dekat kampus saya. Mau membantah si dokter? :-) > > Kalau mau mencari hubungan monitor dan dry eye, di tempat paman google > pasti banyak. Baik pengguna CRT maupun LCD (termasuk saya), tidak > luput dari "dry eye" ini (sources: many articles on the Internet). >
Kok jadi Dry Ice eh.. Eye sih? Sekolah gimana nih? Kebetulan saya terlibat dengan 10 sekolah (SMA) negeri di makassar, memang penilaian di KBK itu rumit. Saya lihat, masalah di atas banget (tendangan mas Affan), adalah karena si Guru yang salah menerapkan KBK, begitu pula sekolah yang keliru menerapkan KBK. Memang KBK membuat semakin banyak tugas, tapi KBK juga memberi semakin banyak bentuk tugas. Mungkin yang terjadi di sekolah-sekolah adalah Guru-guru 'tua' yang belum kreatif seperti tuntutan KBK, menerapkan penugasan cara lama seperti kurikulum sebelumnya, bahkan 'feodal' seperti jaman belanda :-) Di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi kurikulum (content) saat ini memang memberatkan siswa. Soalnya ilmu pengetahuan terus berkembang. Ambil contoh pelajaran sejarah deh, ketika saya lulus SMA tahun 1998, tidak ada tuh mempelajari "Reformasi Indonesia" atau "Orde Reformasi", paling jauh, pembangunan lima tahun (PELITA) di era Soeharto. Nah sekarang? Pasti pelajaran Sejarah kita sudah bahas sampai SBY... Saya teringat dengan forward-an email yang saya terima beberapa waktu lalu tentang surat terbuka seorang or-tu murid ke Mendiknas, bahwa anaknya bukan jenius. Dia mengeluhkan begitu luas dan dalamnya hal-hal yang harus dipelajari seorang anak SMP. Ini yang harus dibenahi, bukan cara belajar, lama belajar, metode, kurikulum, dsb, tapi konten, apa yang dipelajari oleh siapa, sampai sejauh mana. ah, sorry, putus dulu, saya mesti ke sekolah nih, ada request time out katanya :-) -- http://john.chendra.net
