On 2/17/06, Anang Syarifudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > On 2/17/06, Zaki Akhmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Ah, Mas Affan bisa aja. Daripada main seniro-seniro-an disini, mending > > ngajarin saya mainan router, subnet, IPv6, 167.205.*.*, cripping kabel > > UTP, ngapalin urutan warna straight. > > > Bener, saya ngerasain yg terjadi sekarang blom ada transfer ilmu secara > real dari rekan2 kita yg ada di luar negeri. baru sebatas niat saja dan > kompor2 doang. > > Share saja sebanyak banyaknya teknis termasuk hal2 yg menurut anda sepele > sekalipun, mungkin bagi anda "ah gini aja diajarin", tapi yg kita > hadapi kan dari semua level, dan target kita quantity juga. > > jadi kl bisa tidak ada reinvent the wheel sama sekali, tapi semua bisa > terupgrade, dan yg belum masuk bisa join the club gitu. > > anang
Kepada rekan-rekan semua, mungkin ada yang offended dengan apa yang saya katakan tadi, tapi percaya deh, saya nggak segitu nya ;) Itu cuma sesuatu yang saya sedikit banyak warisi dari almamater, dan itu memang susssssssssah sekali dihilangkan. Saya belajar dari senioro-senioro saya itu nggak ada yang mengarahkan betul-betul, cuma disuruh belajar sendiri pada awalnya (RTFM, google), dan disuruh megang live project (mis. jadi admin server di lab). Dengan segala kekacauan yang dialami itu kita akhirnya jadi belajar bagaimana caranya kerja yang bener, dengan attitude nya, yang berusaha untuk coba melayani orang. Kalau sudah jadi kayak gitu, barulah senioro-senioro ini agak terbuka ke kita-kita, dan barulah segala cerita-cerita, arahan-arahan itu dikeluarkan, sambil makan-makan bareng, ikut conference bareng, dsb. Misalnya cerita tentang status oprekan mereka, nanti kedepannya gimana, dst. Baru kita ngeh, oh ternyata kayak gini toh, baru paham. Memang kita ini baru bisa paham sesuatu kalau kita ngalamin sendiri. Mungkin karena kita nggak punya sistem yang bagus, tahunya nonton film drunken master jacky chan, dimana si muridnya cuma disuruh bawa ember angkat air naik turun bukit, latihan fisik sampe teler, baru dikasih tahu jurus nya gimana. Itupun muridnya masih mbeling, jurus terakhir nya nggak dihafal, jadinya sempat kalah deh. Ya mohon maaf kalau begitu. Kita gak punya sistem yang baik. Jadinya pendekar ada, itupun cuma beberapa saja, dan biasanya susah menangnya kalau diserbu ama pasukan reguler terstruktur yang jumlahnya banyak. Silap salah ampun maaf. -affan --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "teknologia" grup. To post to this group, send email to [email protected] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/teknologia -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
