On 4/16/06, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ceritanya sekarang adalah bagaiman kita bisa mensuply
> kebutuhan  engineer di luar negeri dulu (titip engineers di sana).
> Ada permintaah 200 electronic engineers (untuk design IC,
> circuits, etc.) di Intel di Malaysia. (Penang dan Cyberjaya.)
>

Hehehe... ekspor memang menggiurkan dengan resiko justru kekurangan
untuk keperluan domestik. Seperti halnya kita menggebu dengan ekspor
gas, sekarang pas diperlukan untuk pasokan pupuk dalam negeri, tidak
cukup. Di beberapa tempat kondisi yang sama terjadi pada sumber daya
alam: ikan yang bagus sudah diraup untuk ekspor, sisa di pasar lokal
kualitas kedua. Seingat saya, kondisi seperti ini juga terjadi di
Rumania sebelum Nicolae Ceau┼čescu tumbang.

Saya sendiri mendukung liberalisasi dalam hal tenaga kerja
berketrampilan ("skilled labor"). Silakan saja pemain badminton kita
bertebaran di negara orang, yang penting perjanjian kontrak dengan
PBSI dibuat yang benar dan ditaati.

--
amal

Kirim email ke