Soal-soal yg dipakai di Google Code Jam adalah masalah fiksi, tapi tidak jarang adalah juga model dari permasalahan di dunia nyata. Yang jelas, peserta mesti jeli untuk melihat kompleksitas problem tersebut dan bisa memilih teknik algoritma yg tepat untuk "attack the problem" sesuai kriteria penilaian.
Kompetisi yang dimenangkan Sindu cenderung lebih terpakai dalam bidang software. Peserta diberikan design document yg sudah disetujui untuk sebuah component, dan diminta untuk mengimplementasikannya menggunakan Java atau C#. Sebenarnya, saya melihat kompetisi ini sungguh cocok untuk mahasiswa-mahasiswa teknik informatika yg ingin maju dan melihat bagaimana software engineering itu tidak semata-mata "coding" saja, tetapi juga mementingkan aspek-aspek lain. Paling tidak, mahasiswa akan lebih siap memasuki dunia kerja yang berurusan dengan development beginian. Saya yakin setiap peserta akan terbiasa memakai tools-tools yg dipakai dalam kontes ini. Mungkin metodologi atau development life-cyclenya sederhana, tetapi kita mesti melihat dalam kacamata kontes, dan mungkin dari pihak penyelenggara, model inilah yang paling ampuh untuk menilai kualitas design dan implementasi para peserta. TopCoder (www.topcoder.com/tc) adalah site yg mengadakan kontes-kontes seperti di atas. Buat yang ingin memoles keahlian algoritma, boleh mencoba algorithm contest. Indonesian coders di bidang ini masih berada di peringkat 20 (peringkat tertinggi: Ardian Kristanto Poernomo yg juara Google India Code Jam 2x berturut-turut). Walaupun banyak orang yg menganggap algorithm contest ini tidak penting, sebenarnya ada banyak manfaat dari mengikuti kontes ini. Lambat laun, coder jadi makin kritis dalam mendekati suatu masalah algoritmis. Model yg dipakai TopCoder sungguh mirip dengan model unit-testing yg sering kita pakai. Coders jadi lebih jeli dalam menganalisis suatu problem yang mengandung tricky atau boundary cases, kompleksitas run time ataupun space, dan sebagainya. Yang jelas kedua jenis kontes di atas perlu jam latihan yang tidak sedikit. Sindu sendiri mengaku kurang tidur dalam marathon-nya mengikuti TopCoder Development Contest baru-baru ini. Salam, -Lego
