On 6/14/06, Monang Setyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Maaf, saat itu saya juga merasa terpaksa dikutipkan semua juga agar > jelas maksud saya :)
Apakah tidak lebih enak kalau begini? Saya toh tidak perlu mengutip keseluruhan email sebelumnya karena kalau saya butuhkan saya bisa kembali ke email tersebut ;) [that's what thread is for :) ] > Saya merasa lebih enak membaca versi sebelumnya daripada versi yang > sudah saya sunting seperti di atas. Mengapa? Karena hanya ada satu > paragraf per email dan > baris yang diacu membutuhkan paragraf tersebut (konteksnya). Masih bisa kok. Seperti jawaban saya ini, toh tidak perlu mengutip kutipan dari kutipan dari kutipan ... (well, you get the idea). > Mohon maaf jika kenyamanan anda terganggu dan terima kasih atas > kritiknya. Merdeka! Maaf terpaksa mengkritik karena sudah tidak tahan ... :( https://rahard.wordpress.com/2006/06/12/cara-mengutip-di-dalam-email/ -- budi --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
