Setujuh dengan rekan Enda, sama seperti tsunami yang sulit ditolak tapi bisa di deteksi sehingga manusia yang di daratan bisa memprediksikan kapan tsunami sampai ke daratan
Menurut saya, untuk menolak tsunami atau gempa itu tidak akan bisa, tapi bencana seperti itu dapat diredam jika kita mengetahui proses bagaimana bencana itu timbul dan apa efek yang ditimbulkan pada lingkungan sekitarnya. Misalkan kenapa gempa bisa menimbulkan getaran atau gunung meletus bisa menimbulkan getaran, sama seperti kenapa bumi berputar tapi tidak menimbulkan getaran. Misalkan diketahui bahwa gempa muncul, akibat banyaknya ruang2 kosong di dalam tanah yang anjlok, karena dinding2 didalam tanah sudah tidak mampu menahan getaran yang muncul akibat gempa atau ledakan gunung, Atau tanah bergeser sehingga membuat ruang2 kosong baru, karena tanah tersebut tidak terlalu padat.
Menurut saya,pendekteksian dalam waktu yang relatif singkat tidak akan berpengaruh banyak, kecuali pendeteksian bencana bisa dilaporkan jauh2 hari. Seperti kejadian tsunami di Aceh, jika ada peringatan jauh2 hari, mungkin akan banyak yg selamat.
Dari mana bisa menentukan bahwa gempa susulan itu berasal dari kordinat yang sama? bisa saja gempa susulan itu bergeser 10 km dari gempa pertama, ya gak?
Seperti yang saya bilang, pusat gempa susah ditolak, tapi yang diredam adalah lokasi2 dari efek gempa tersebut, atau lokasi2 tanah yang diprediksi akan bergeser dan menimbulkan getaran ke permukaan bumi
Masa pengetesannya begini? seharusnya di buat 2 lokasi yang identik, lalu buat gempa buatan, pasang alat itu tes lagi dengan kondisi gempa yang sama.
Sepertinya memang pengetesannya kurang terstruktur, tapi kalau dibuat gempa buatan, wah2 itu malah membahayakan masyarakat sekitarnya.. Kecuali di test di lokasi yang berbeda..
Sebenarnya apa bedanya getaran dan gempa? ini yang masih saya bingung, karena efek dari keduanya pasti bikin orang stress.
Gempa menimbulkan getaran, karena kita tidak pernah tahu berapa banyak gempa di bawah tanah, tapi tidak menimbulkan efek getaran ke permukaan bumi.
Ini mungkin teknologi baru, tapi karena sang pencipta alat ini bukan seorang profesor atau teknologi ini terlalu tinggi, bahkan belum ada di dunia, banyak dari kita reject, tidak mungkin, tidak masuk akal, dll...
Tapi menurut saya, setidaknya ada usaha, dari pada diam saja..
Untuk membuktikannya disarankan berbicara langsung dengan pembuatnya, mungkin bisa dijual dan dimanfaatkan..
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
