Pada hari Selasa, tanggal 27/06/2006 pukul 18:31 +0000, Zaki Akhmad
menulis: 
> mau tanya: kota dengan fasilitas teknologi terbaik. Dimulai dari sarana
> transportasi dan juga komunikasi. Lalu bisa juga dinilai dari aspek
> lingkungannya. 
> 
> Kira-kira kota mana ya? 

Helsinki Metropolitan Area (Helsinki, Espoo, Kauniainen, Vantaa)

Transportasi umum: Bis, KRL, dan yg ini khusus Helsinki saja: kapal
ferry, metro, trem.
Yang baik:
- Satu tiket bisa dipakai untuk semua transportasi dalam waktu 90 menit
(kalau antar kota di atas alias regional) atau 60 menit (kalau hanya
pergi dalam kota saja alias internal). Jadi mau ganti2 transportasi 10x
juga boleh dengan 1 tiket.
- Tiket bisa dibeli pakai SMS (khusus dalam kota Helsinki), langganan,
atau "beli di atas".
- Yang punya kartu perjalanan, tiap naik transportasi tinggal ngasih
kartunya ke mesin pembaca kartu, jadi ga usah repot2 kembalian dsb.
- Taksi lengkap dengan GPS, kalau supir ga tahu jalan bisa ketahuan
dengan kedengeran suara2 "400 m di depan belok kiri" dari mesin GPSnya.
Bisa dibayar pakai uang atau kartu debet/kredit. Kalau pesan dari pool
taksi, bisa milih mau taksi model apa, mau van yang muat banyak orang,
wagon, atau mercedes paling gres.
- Ada juga taksi barengan, jadi kita bisa stop taksi yang udah ada
penumpangnya, tapi saya belum coba ini.
- Semua pembayaran transportasi ada kwitansinya.
- Pada metro, trem dan beberapa bis yang baru, tersedia layar yang
memberitahukan nama stasiun berikutnya. Di beberapa bis juga ada layar
LCD untuk iklan (pakai Linux *-), ketahuan waktu reboot heheheh)
- Jadwal kedatangan dan keberangkatan jarang sekali telat dan terpampang
di setiap halte/stasiun, juga bisa diakses dari Internet.  Saking tepat
waktunya, kalau kita lagi lari2 ngejar bis dan udah sampai depan
pintunya, supir ga pernah mau kompromi untuk membuka pintunya kalau
sudah waktunya berangkat. Jadi kasus "bis berangkat di depan jidat"
sering terjadi.
- Kalau ga tahu mau naik bis apa dari satu tempat ke tempat yang lain
tinggal buka situs journeyplanner.fi dan bisa ketahuan naik bis apa
ganti di mana berapa menit kira2 sampai di sana, dsb.
- Ramah terhadap anak2, tersedia tempat minimal untuk dua kereta bayi
pada setiap alat transportasi. Anak umur di bawah 7 tahun gratis, orang
tua yang bawa kereta anak2 juga gratis.
- Veteran dan penyandang cacat dapat diskon.
- Bis punya jalur khusus yaitu paling pinggir kanan, jadi kalau jalanan
macet bis ga kena macet. Mobil2 pribadi ga pernah belok ke jalur bis.
- Musim panas orang lebih banyak naik sepeda. Sepeda juga punya jalur
sendiri di trotoar. Lebar trotoar hampir selebar satu jalur mobil.
- Lampu lalu lintas dipatuhi, baik oleh pengemudi maupun pejalan kaki.
Kalau di zebra cross ga ada lampu lalu lintasnya, pejalan kaki adalah
pengguna jalan yang diutamakan, mobil wajib berhenti kalau ada orang
nyeberang.
- Tilangnya besar bergantung pendapatan seseorang. Tahun 2004 Kimi
Räikkönen pembalap F1 pernah kena tilang dan tilangnya sebesar 30.000€
karena tahun itu dia punya pendapatan sebesar 150.000€ per bulan.

Yang bikin pusing:
- Ongkosnya ajegile mahal. Tarip bis internal tahun ini 2.2€ dan
regional 3.6€. Kalau ketahuan ga punya tiket dendanya 66€.
- Di musim panas frekuensi transportasi dikurangi, lalu ada jalur bis
yang libur karena sekolah juga libur. Juga di musim panas sering telat
karena biasanya ada perbaikan jalan dan jembatan.
- Akhir tahun biasanya supir bis mogok kadang bisa seminggu penuh, minta
naik gaji atau masalah2 lain *-)
- Di akhir pekan banyak orang mabok. Banyak satpam berkeliaran di
stasiun2 kereta dan bis hanya untuk razia orang mabok. Lift di stasiun
metro/kereta bau pesing.

(Tele)komunikasi: 
Operator GSM ada beberapa. CDMA tidak tahu. Handsetnya banyak yang murah
meriah. Banyak teman minta titip beli ponsel di sini tapi belum tahu
mereka tahu kalau di sini masih banyak yang pakai ponsel yang hitam
putih dan bekas. Ponsel2 jenis baru biasanya dijual dengan paket GSM,
misalnya ponsel tipe yang paling baru cuma 1€ tapi harus langganan GSM 2
tahun. Perangkat elektronik yang ga dipakai wajib dikembalikan (baca:
dibuang) di tempat2 pembuangan khusus, termasuk baterai dan benda2
berbahaya lainnya.

ADSL banyak tapi katanya paling mahal se-Eropa (paling murah 9€ untuk
256kb, paling mahal sekitar 70€ perbulan untuk 24Mb). Bergantung lokasi
rumah, kalau beruntung bisa satu hari online, tapi kalau lokasinya di
kampung bisa berbulan2 baru bisa dapat koneksi. WLAN publik jarang ada.
Layanan teknis biasanya buruk, kalau telepon ke support biasanya bayar
(walaupun ada yang tollfree). Bisa bermenit-menit nunggu baru bisa
bicara dengan supportnya. Email juga bisa dua minggu ga dijawab.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke